Pemkot Depok Dipermalukan, ‘Didepan Mata’, Kontraktor Pekerjakan Anak di Bawah Umur

0
483
AD yang masih berusia 13 tahun, berasal dari Sindang Laut Cirebon bekerja sebagai buruh bangunan pada proyek pembangunan lahan parkir di lingkungan Balaikota Depok. Ad terpaksa bekerja dikarenakan kebutuhan hidup untuk membantu keluarganya.
AD yang masih berusia 13 tahun, berasal dari Sindang Laut Cirebon bekerja sebagai buruh bangunan pada proyek pembangunan lahan parkir di lingkungan Balaikota Depok. Ad terpaksa bekerja dikarenakan kebutuhan hidup untuk membantu keluarganya.
AD yang masih berusia 13 tahun, berasal dari Sindang Laut Cirebon bekerja sebagai buruh bangunan pada proyek pembangunan lahan parkir di lingkungan Balaikota Depok. Ad terpaksa bekerja dikarenakan kebutuhan hidup untuk membantu keluarganya.

depoktren.com-Pengamat Sosial dan Pendidikan Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah menyayangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang memperkerjakan anak dibawah umur dalam pelaksanaan proyek pembangunan lahan parkir di Balaikota, Depok, Jawa Barat (Jabar).

”Hal ini tentu tidak sejalan dengan slogan Kota Depok yang digembar gemborkan Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail sebagai Kota Layak Anak,” kata Rusdy, di Balaikota Depok, Senin (24/2).

Rusdy yang juga Ketua Dewan Pembina Depok Media Center (DMC) ini mengatakan Pemkot Depok tidak memberi contoh yang baik bahkan telah melanggar hak anak yang diatur dalam Undang-Undang (UU) Perlindungan anak. ”UU sangat tegas melarang anak dibawah umur dipekerjakan dimanapun. Apalagi dipekerjakan yang membahayakan seperti mengagangkat barang yang berat tidak sesuai dengan fisiknya,” tuturnya.

Rusdy mengingatkan, bahwa Depok sebagai Kota layak anak, itu sesuai dengan komitmen Walikota Depok, Nur Mahmudi, namun jika masih adanya anak dibawah umur dipekerjakan dan tidak dilindungi, jangan harap Depok disebut sebagai Kota Layak Anak.

”Saya berharap Pemkot Depok, agar lebih memperhatikan kewajiban kepengawasannya terhadap rekanan kontraktor proyek di Pemkot Depok untuk melarang para pekerjanya dari kalangan anak-anak dan memberikan sangsi tegas terhadap kontraktor tersebut, kalau perlu kontraktornya di black list,” jelas Rusdy yang menambahkan pihak kepolisian juga dapat menindak pimpinan proyek dengan menjeratnya berdasarkan UU Perlindungan Anak dan UU Tenaga Kerja karena mempekerjakan anak dibawah umur.

Seperti diberitakan sejumlah media massa lokal, beberapa anak dibawah umur, salah satunya AD yang masih berusia 13 tahun, berasal dari Sindang Laut Cirebon bekerja sebagai buruh bangunan pada proyek pembangunan lahan parkir di lingkungan Balaikota Depok. Ad terpaksa bekerja dikarenakan kebutuhan hidup untuk membantu keluarganya.

”Pimpinan proyek harus bisa memilah untuk mempekerjakan seseorang sebagai buruh kasar. Dan, Pemkot Depok harus memberikan sangsi tegas kepada kontraktornya, bahkan kalau perlu membatalkan atau menghentikan pekerjaan proyek tersebut karena juga jelas-jelas telah membuat malu Pemkot Depok,” pungkas Rusdy. @sagita

 1,123 total views

LEAVE A REPLY