60 Relawan Pelipat Kertas Suara ‘Minggat’ Massal

0
204

241861_pekerja-honorer-kpu-depok-yang-bertugas-melipat-kertas-suara-pergi_663_382

depoktren.com – Merasa ditelantarkan, puluhan pekerja pelipat kertas suara yang merupakan pekerja honorer KPU, memilih ‘minggat’. Akibatnya, kertas suara pemilu dan pileg Kota Depok terbengkalai.

Selain karena kurang perhatian dan pengawasan, berbagai isu tak sedap juga muncul terkait kasus ini. Salah satunya karena ketidakjelasan honor pembayaran. Pekerja juga takut karena ada yang kesurupan.

Dari penelusuran, sebanyak 60 pekerja pelipat kertas suara itu rata-rata berdomisili dari luar Depok. Mereka didatangkan dari wilayah Tanggerang, Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Berbeda dengan sebelumnya, biasanya untuk pekerjaan melipat kertas suara, KPU Depok memperkerjakan warga sekitar.

“Iya yang saya dengar sejak semalam pada mogok. Mereka semua pergi. Alasannya pastinya saya kurang tahu betul. Ada yang bilang enggak nyaman karena fasilitas yang disediakan tak seperti yang dijanjikan. Katanya mau disewakan kontrakan tapi ternyata tidak,” kata Kapolsek Beji, Aiptu Suhenda, saat ditemui di gudang logistik KPU di Beji Depok, Rabu 26 Februari 2014.

“Puncaknya, setelah ada salah satu pekerja yang kesurupan, mereka semua jadi tidak betah,” katanya lagi

Selain permasalah tadi, kabar yang beredar juga menyebutkan ada pekerja yang masih di bawah umur. Berbekal iming-iming uang ratusan ribu rupiah, para pekerja ini sempat bertahan menginap di gudang tersebut meski tidur hanya beralaskan matras seadanya.

Mereka harus bekerja sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Minimnya fasilitas serta ketidakjelasan upah yang diberikan membuat 60 pekerja pelipat suara ini memilih kabur.

Ketua KPU Depok, Titi Nurhayati belum bisa ditemui di ruang kerjanya. Salah satu petugas mengatakan, beliau sedang di luar kota.

“Saya tidak bisa berkomentar banyak karena berbeda divisi. Saya tidak tahu, apa penyebab mereka mogok dan saya juga tidak tahu soal honor yang diberikan. Mohon maaf, saya tidak bisa memberikan komentar,” kata salah satu Komisioner KPU, Nurhadi.

(anbf)

 521 total views

LEAVE A REPLY