Salak, Komuditas Holtikultura yang Mendunia

0
221

depoktren.com-Salak merupakan buah eksotis yang menjadi salah satu komoditas hortikultura yang berpotensi besar di pasar ekspor. Bukan hanya pasar Asia, beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat pun punya minat tinggi terhadap buah yang kerap disebut sebagai snake fruit, karena kulitnya seperti sisik ular tersebut. Di Asia, China merupakan importis Salak terbesar mengingat mereka percaya bahwa mengkonsumsi salak bisa membuat kulit menjadi bersih dan sehat dan mampu menyembuhkan diare.

Dari hasil penelitian, buah yang banyak terdapat di Pulau Jawa ini memiliki kandungan gizi cukup tinggi. Hasil kajian Pusat Penelitian Gizi dan Makanan, Kementerian Kesehatan, kandungan betakaroten salak cukup tinggi, sehingga buah ini dapat menggantikan wortel untuk menjaga kesehatan mata.

Menteri Pertanian, Suswono mengatakan, peluang pasar produk hortikultura cukup besar. Bukan hanya pasar dalam negeri, tapi juga mancanegara. Salahs atu produk hortikultura yang sangat banyak peminatnya di luar negeri adalah buah salak. Beberapa negara seperti China dan Jepang sudah menerima salak Indonesia.

Anggota Komisi IV DPR-RI, Anton Sukartono Suratto yang diwawancarai via telepon, Rabu (26/02/2014) di Jakarta mengatakan, salak memang sangat layak menjadi komoditas ekspor. Dirinya mengaku yakin, petani salak di Indonesia mampu memenuhi pasar dunia mengingat pada awal tahun 2014 saja, petani sudah mampu memproduksi sebanyak 876 ton. “Ini jumlah yang sangat fantastis,” tukas Anton.

Lebih jauh Politisi Partai Demokrat ini mengatakan, melalui Kementerian Pertanian, pemerintah berjanji untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dengan melakukan pembinaan petani.

“Caranya adalah pembinaan pasca panen. Jadi setelah selesai panen, salak jangan hanya dibiarkan begitu saja dan packaging-nya juga harus bagus. Kalau tidak dikemas, siapa yang mau beli salak. Tapi kalau dikemas bagus, bisa seperti handycraft yang punya nilai jual tinggi,” papar pria yang akrab disapa Kang Anton ini.

Selanjutnya, kata Anton, pemerintah akan member kemudahan kepada petani salak untuk mendapatkan pendidikan tata cara ekspor yang baik. Menurutnya, sejauh ini banyak keluhan dari para petani salak tentang sertifikasi dan standar-standar ekspor. “Pemerintah harus member kemudahan dan penerangan agar mereka mengetahui produk salak mereka memang pantas menembus pasar dunia. Mereka harus menjaga kualitas salak. Jangan sampai, sebelum sampai ke tangan konsumen, salak produksi mereka sudah busuk,” terang pria kelahiran Bandung, 15 Maret 1974 ini.

Lebih jauh Anton mengatakan, kini bahkan produk olahan salak pun sudah mampu mendunia dengan banyaknya permintaan, terutama dari Eropa dan Amerika Serikat. “Keripik salak itu bisa jadi komoditas unggulan. Anton yakin, salak olahan akan mampu memberi penghasilan lebih besar kepada para petani.

“Pemerintah juga akan mengupayakan perhatian lebih kepada para petani dengan salak olahan mereka tersebut. Kalau memang perlu dibuat kelompok tani, ya dibuat agar mudah dalam pengajuan dana kepada pemerintah sebagai modal membuat produk olahan salak. Percayalah, salak Indonesia bisa mendunia karena memang terbukti bagus,” tutup Anton. @sagita

 599 total views

LEAVE A REPLY