Despen Ompusunggu: Jangan Memilih Pemimpin Demi Uang

0
476

despen 1_200_200depoktren.com-Pemilihan anggota legislatif mendatang ditengarai rawan money politik. Terlebih lagi, mendekati detik-detik pemilu, banyak para caleg memanfaatkan beragam event. Dewan Pengurus Pusat Partai Nasdem Bidang Media dan Komunikasi Publik, Despen Ompusunggu menyadari karakter pemilih masih terpengaruh politik uang. Untuk itu, sejak awal pihaknya menegaskan sejak rekrutmen caleg seharusnya menghindari politik uang.

”Uang memang dibutuhkan, tapi bukan berarti uang menentukan politik,” kata Despen saat berbincang-bincang dengan awak redaksi depoktren.com di kantor depoktren.com, Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat (Jabar), Jumat (28/2).

Mantan wartawan yang saat ini maju sebagai Caleg DPR RI Dapil Depok-Bekasi ini mengimbau pada masyarakat agar tidak menggadaikan suara atau pilihannya dengan uang. Sebab, jika politik didasarkan pada transaksional maka dipastikan kehancuran bagi demokrasi. Untuk itu, pihaknya  tetap melakukan pendekatan pada masyarakat untuk menjauhi politik transaksional. Diantaranya, melalui perjuangan, ide gagasan dan  perbaikan.

”Kalau terjadi politik transaksional sama saja menggadaikan pilihannya lima tahun mendatang. Untuk itu, pemilih harus cermat, cerdas dan memilih pemimpin yang memiliki integritas. Jangan terbuai dengan politik transaksional dengan mengumbar janji dan mengobral uang,” jelas Despen.

Despen merasa optimis jika target partai bisa masuk dalam tiga  besar dan menjadi pemenang. Pasalnya, di DPRD,  DPW, DPP memanfaatkan momentum partai baru yang sangat bagus bagi Nasdem. ”Kita bekerja ada di tengah rakyat. Kita serius, untuk lakukan perubahan bangsa. Kita tak punya dosa politik,” tuturnya yang menekankan bahwa Partai NasDem optimis bisa menjadi pemenang Pemilu 2014.

Terkait lembaga survey akhir ini marak membicarakan prestasi partai, Despen menilai hanya merupakan  indikator. Bahkan, banyak pihak juga meragukan independensinya. Meski begitu, pihaknya tetap  memperhatikan survey karena secara psikologis bisa mempengaruhi. Saat ini, lembaga survey juga telah diatur KPU. ”Kalau lembaga survey, di KPU sudah ada aturan mainnya. Kita sendiri tak memiliki dan melihat yang independen,” tandas pria yang super aktif dalam dunia sosial di Kota Depok ini. @dewi/sagita

 891 total views

LEAVE A REPLY