Nah Loh, Akan Berisiko Tinggi Pria Punya Anak Sesudah Berusia 45 Tahun

0
649

pasangandananaktsdepoktren.com-Riset di Inggris mengaitkan ayah yang memiliki anak setelah berusia 45 tahun akan meningkatkan risiko autisme, tingkat kekerasan, dan pencapaian akademis yang rendah pada anak. Lalu, haruskah pria memiliki anak di usia yang lebih muda?

Satu dari 25 bayi di Inggris dilahirkan dari perempuan berumur di atas 40 tahun. Rata-rata umur ibu baru adalah 29,7 tahun dan 32,6 tahun untuk bapak baru di Inggris.

Ketika pria bertambah usia, sperma pria umumnya bermutasi. Ini karena sperma secara alami terus membelah diri, dan semakin sering mereka melakukan ini, maka semakin banyak pula tingkat kesalahan yang terjadi. Kesalahan-kesalahan ini pun lebih banyak terjadi ketika usia menginjak 40 tahun. Mutasi sperma bisa meningkatkan risiko lain seperti keguguran, cacat janin, dan kesehatan mental anak.

Dalam sebuah studi terpapar data lebih dari 2,6 juta bayi yang lahir antara 1973 dan 2001, dilihat data masalah kesehatan mentalnya antara anak-anak dengan ayah yang sama. Ditemukan meningkatnya risiko autisme dan kesehatan mental dari anak yang dilahirkan ketika usia ayahnya lebih tua.

Contohnya, satu persen anak yang lahir dari ayah sebelum 45 tahun memiliki gangguan bipolar. Tapi, angkanya naik 14 persen dengan saudara mereka yang dilahirkan ketika ayahnya lebih dari 45 tahun. Namun, studi ini memiliki keterbatasan. Studi ini misalnya tidak bisa menyebut apakah perbedaan disebabkan karena pola asuh yang berbeda pula antara kakak dan adik.

Memiliki pasangan di usia yang lebih muda namun bukan keistimewaan yang bisa dimiliki semua orang. Manfaat menjadi orang tua dalam usia yang lebih berumur pun tergolong lebih besar. Orang tua saat itu umumnya telah memiliki kemapanan finansial dan kedewasaan. @dewi/guardian/rsd

 1,570 total views

LEAVE A REPLY