Cegah Pelipat Surat Suara ‘Minggat’, KPUD Depok Tetapkan Gaji Pelipat Suara

0
394

surat suara

depoktren.com – Kabar miring tentang ‘minggat’nya pelipat suara di Depok ditanggapi oleh Ketua KPUD Depok, Titi Nurhayati, Kamis, 6/3/2014. Komisi Pemilihan Umum Daerah Depok telah memutuskan memakai sistem borong dalam pengerjaan pelipatan surat suara Pemilih Legislatif. Sesuai dengan keputusan KPU tingkat provinsi Jawa Barat, pengupahan pekerja akan dihitung per surat suara, yaitu Rp 150 per lembar.

“Awalnya Rp 100 per lembar, sekarang Rp 150 sesuai dengan Jawa Barat,” kata Ketua KPUD Depok, Titi Nurhayati, usai menjalani Rapat Koordinasi Sosiasasi dan Pemantapan Pemilu di Hotel Bumi Wiyata Depok, Kamis, 6 Maret 2014.

Sebelumnya, sebanyak 74 orang pelipat surat suara di Depok memilih pulang karena tidak ada kejelasan gaji. Sebanyak 39 orang pulang pada hari pertama masuk kerja, 24 Februari 2014. Sementara 35 orang lainya pulang pada hari kedua. Dari jumlah itu ada belasan anak dibawah umur antara 16-17 tahun.

Saat ini, mereka masih akan merekrut 250-300 pelipat suara. Orang-orang itu berasal dari Depok sendiri. Ada yang dibawa oleh koordinator di bawah Pokja KPUD dan ada juga yang didelegasikan oleh kecamatannya. Para pekerja ini diharuskan menyerahkan identitas mereka ke KPUD agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti kejadian para pekerja yang menolak melanjutkan pekerjaan pada 25 Februari 2014 lalu. “Yang direkrut ini baru semua dan mereka akan bekerja mulai besok siang,” kata Titi.

Para pekerja ini akan menyelesaikan pelipatan sebanyak 1.260.000 kertas suarat suara. Titi menargetkan kira-kira satu orang nantinya akan dapat melipat 200 ribu suara per hari. “Targetnya akan selesai dalam waktu tiga hari,” kata Titi.

Saat ini, sudah ada sebanyak 33 ribu surat suara yang sudah dilipat. Surat suara itu dilipat oleh pekerja sebelumnya yang telah mengundurkan diri karena tak ada kejelasan upah. Menurut Titi, surat suara yang sudah dilipat itu juga akan dicek kembali. “Semuanya akan dilihat kembali kemudian dicatat,” katanya.

Titi mengatakan, surat suara yang sudah ada di Depok saat ini adalah untuk pemilihan legislatif Kota Depok. Sementara, untuk provinsi dan pusat hingga sekarang belum ada informasi. “Seharusnya tanggal 16 Maret nanti surat suara itu sudah ada,” katanya. Soalnya, mereka juga harus melakukan pelipatan dan pelaporan kembali kesiapan suarat suara.

Sementara, kampanye partai dan caleg nantinya akan dilakukan serentak di empat zona kampanye, mulia 15 Maret hingga 6 April 2014. Zona pertama di wilayah Cimanggis, Sukmajaya, Pancoran Mas, zona kedua ada di Tapos dan Cilodong, zona tiga di Beji, Citayam, dan zona empat di Cipayung, Bojongsari, dan Limo.

(anbf)

 

 953 total views

LEAVE A REPLY