Pengamat: Cawapres Tidak Perlu dari Tokoh Politik, Jimly Sosok Yang Tepat

1
333

jokowi jimly salaman02depoktren.com- pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia (UI), Andrinof Chaniago, mengatakan posisi calon wakil presiden (cawapres) tidak perlu representasi tokoh politik.

Hal itu dikatakan Andrinof yang hadir sebagai pembicara dalam acara Rembug Nasional bertemakan “Bersatu Padu Seluruh Kekuatan untuk Kemenangan Besar” yang diadakan para Kader dan Simpatisan (KS-PDIP) Pro Jokowi (Projo) untuk calon presiden (Capres) yang berlangsung di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat (Jabar), Rabu (12/3).

Menuurt Andrinof  kalau untuk pasangan Jokowi, kreteria utama yang cocok yang memiliki kemampuan menonjol dalam manajemen dan hukum pemerintahan. ”Penegakkan hukum yang paling utama menjadi masalah besar bangsa ini. Kalau ditegakkan masalah-masalah lainnya seperti ekonomi, sosial dan budaya akan dengan mudah diselesaikan,” paparnya.

Pengamat politik dari Pemerhati pemilu Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti menilai sosok Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jimly Asshidiqie  sangat cocok dipasangankan dengan Jokowi sebagai cawapres karena dianggap memiliki kemampuan profesional dalam penegakkan hukum .

”Sebenarnya Jimly dipasangkan dengan siapa saja pasti cocok, karena pertama orangnya sangat komit untuk kepentingan bangsa dan negara, selain itu, figur dan style nya yang mampu mengimbangi berbagai kalangan, baik kalangan politikus, aktivis, maupun bisa berkomunikasi dengan berbagai macam aliran agama,” ujar Ray.

Menurut Ray, Jimly yang cukup sukses memimpin Mahkamah Konstitusi (MK) dan DKPP merupakan sosok yang komplit yang memiliki pengetahuan politik yang luas, pengalaman politik, ahli hukum tata negara dan seorang yang tetap berkiprah sebagai pendidik atau akademisi yang tentunya sebagai akademisi harus obyektif, transparan dan memiliki kejujuran. Jimly juga memiliki relasi yang luas bahkan tentunya dapat menyambungkan dengan komunitas muslim.

”Figur Jimly cocok untuk dapat mengimbangi ide-ide besar dari seorang Jokowi yang merupakan pekerja ulet. Jokowi itu praktisi dan Jimly yang memberikan pemikiran. Apalagi Jimly juga memiliki relasi yang luas baik di nasional maupun di internasional, bahkan tentunya dapat menyambungkan komunikasi yang baik dengan komunitas muslim Indonesia maupun dunia,” jelas Ray.

Koordinator KS PDIP Pro Jokowi, Budi Arie Setiadi menganggap hal yang sama Jokowi dan Jimly sosok yang mampu dengan tegas membersihkan korupsi dilingkungan kerja di semua intansi kementerian pemerintah pusat, maupun di pemerintahan daerah. ”Tapi semuanya itu tergantung dari keputusan Ketua Umum PDIP Megawati, siapa yang akan menjadi capres dan cawapres dari PDIP,” tandas Budi. @dewi/ade

 906 total views

1 COMMENT

LEAVE A REPLY