The Warung : Populerkan Tempe Agar Mendunia

0
312

tempedepoktren.com-Bertempat di Manwong, Seoul, Korea Selatan, sekelompok anak muda Indonesia yang tinggal di Korea, Noka Prihasto, Retno Apriliandi Putri dan Novi Kresna Murti berinisiatif mengusung gerakan “Ekspor Budaya” dengan menggagas The Warung, sebuah aktifitas Menikmati Makanan Indonesia yang dilakukan dengan berkeliling Korea.

Dalam kegiatan yang berlangsung selama 3 jam ini, Resep Tempe dengan bumbu tiga rasa (pecel, rujak, mendoan), menjadi sajian favorit dari 70 tamu asing yang hadir (Korea, Amerika, Eropa).

”Kegiatan yang sudah dilakukan selama tiga kali ini, Ide penyelenggaraannya mengusung konsep “Pop-Up” sehingga bisa dengan mudah muncul di mana-mana dilatarbelakangi oleh tidak adanya restoran Indonesia yang menyajikan makanan Indonesia dengan memadai, layak saji dan menjadi wadah untuk mengenalkan keragaman makanan Indonesia dengan komunitas internasional di Korea,” ujar Novi, Alumni Universitas Indonesia, Jurusan Komunikasi, dalam rilisnya yang disampaikan ke depoktren.com, Rabu (12/3).

Novi menambahkan bahwa problem paling mendasar juga diawali karena sebagian besar masyarakat Korea masih belum bisa membedakan antara Indonesia dan India. Ketika mendengar nama Indonesia sebagian besar mereka masih mengasosiasikan dengan nama India, letak Negara India di peta dunia dan tidak bisa dipungkiri dengan asosiasi makanan Indonesia dengan makanan India.

Lain halnya dengan masyarakat Indonesia dari segala lapisan yang begitu mengonsumsi budaya Korea, dari film, musik, fashion hingga makanan dan bahkan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama dengan suksesnya Korean Wave di Indonesia. Keinginan untuk saling mengenalkan keragaman budaya inilah yang menguatkan keinginan mereka untuk menyelenggarakan The Warung sesering mungkin.

Mengapa menggunakan nama “The Warung?” Karena Warung adalah nama yang paling melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, bukan hanya sebagai simbol usaha kecil rumahan yang menyajikan makanan, kopi, indomie maupun bahan kebutuhan sehari-hari, namun warung adalah tempat bersosialisasi dan mendekatkan hubungan antar tetangga di Indonesia. Seorang pemilik warung biasanya akan menjadi terkenal di lingkungan perumahan dan bahkan menjadi tempat penunjuk jalan misalnya “Rumah di sebelah Warung Pak Dono”.

Ide warung sebagai tempat sosialisasi inilah yang kemudian diharapkan bisa menjadi wadah untuk mengenalkan masakan Indonesia lebih baik di komunitas internasional di Korea.

Dikemas dengan sajian ala restoran semanis mungkin sehingga lebih layak dinikmati, dari dua edisi sebelumnya The Warung sukses mengundang komunitas internasional di Korea. Edisi pertama diadakan di Irish Pub, Changwon 4 Mei 2013 dan edisi kedua di Seoul 23 Juni 2013,  selama dua kali dilaksanakan, kegiatan dihadiri oleh 50 tamu dari berbagai negara.

Jumlah tamu yang hadir sengaja dibatasi hanya sampai 50 hingga maksimal 70 orang. Selain karena kapasitas restoran, juga demi menyajian kualitas yang baik dan menjaga kenyamanan tamu agar menikmati makanan dengan santai, seperti halnya menikmati Indonesia yang santai, hangat dan bersahabat. Didukung pula, dalam acara ini mereka juga akan memutar lagu-lagu Indonesia yang populer dalam durasi 3 jam selama acara berlangsung, untuk mengiringi mereka menikmati sajian makan siangnya.

Dalam jangka panjang, mereka merencanakan The Warung juga akan hadir di mana-mana (Pop-up here, there and Everywhere), di manapun di dunia. @dewi/rs

 859 total views

LEAVE A REPLY