Upaya Penanggulangan HIV AIDS di Depok

0
250
depok.go.id
depok.go.id
depok.go.id

 

depoktren.com – Maraknya pergaulan bebas yang terjadi di masyarakat membuat para orang tua lebih memperketat pengawasan dan penjagaan terhadap buah hatinya yang tengah beranjak dewasa. Berangkat dari permasalahan tersebut Wimbo Asmoro selaku Kasie bagian sosial bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Kota Depok (KPAK) melakukan evaluasi kegiatan KPAK tahun 2013 dan koordinasi Penanggulangan AIDS tahun 2014 di Ruang Kemuning Balaikota Depok pada Jum’at (14/03/14).

Hadir pula dalam rapat tersebut sekretaris II KPAK Herry Kuntowo, perwakilan dari Dinkes, LSM, RSUD, Disnakersos, Disdik, Disporaparsenbud dan Polres. Dalam rapat tersebut membahas mengenai masalah Orang Dengan Hiv Aids (ODHA) dan bagaimana cara penangglangannya di Kota Depok.Sampai kini, mendengar kata HIV/AIDS seperti momok yang mengerikan. Padahal jika dipahami secara logis, HIV/AIDS bisa dengan mudah dihindari.

Permasalahan HIV/AIDS telah sejak lama menjadi isu bersama yang terus menyedot perhatian berbagai kalangan, terutama sektor kesehatan. Namun sesungguhnya masih banyak informasi dan pemahaman tentang permasalahan kesehatan ini yang masih belum diketahui lebih jauh oleh masyarakat.

HIV adalah virus penyebab AIDS. HIV terdapat dalam cairan tubuh seseorang seperti darah, cairan kelamin (air mani atau cairan vagina yang telah terinfeksi) dan air susu ibu yang telah terinfeksi. Sedangkan AIDS adalah sindrom menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV. Orang yang mengidap AIDS amat mudah tertular oleh berbagai macam penyakit karena sistem kekebalan tubuh penderita telah menurun.

Senada dengan hal tersebut KPAK mencoba mensosialisasikan serta mengajak dinas terkait untuk mendata dan mengajak para penderita untuk mau berobat atau sekedar menjalani perawatan. Namun disisi lain Dinkes mengeluhkan sulitnya mengajak keluarga penderita untuk berbagi kepada petugas KPAK.

Saat ini upaya yang telah ditempuh KPAK yaitu dengan menyebarkan jarum suntik dan kondom kepada puskesmas dan rumah sakit di 11 kecamatan di kota Depok, “Ada 36 Outlet kondom tiap Kecamatan dan paling banyak itu di Beji. Kondom ini dibagikan secara gratis dan Cuma-Cuma”, tandas Herry selaku Sekretaris II sekaligus Ketua KPAK. Beliau menegaskan pembagian jarum dan kondom ini bukan untuk mengajarkan perilaku bebas, namun lebih kepada mensosialisasikan bagaimana virus tersebut dapat dengan cepat menular.

Tak lupa dirinya berpesan untuk terus memberikan motivasi dan pendekatan kepada penderita, karena pemeriksaan dan pengobatan seharusnya timbul dari dalam diri sendiri dulu jika penderita tidak ingin ditindak lanjuti maka itu merupakan Hak Asasi dari si Penderita.
Selanjutnya, pihaknya akan mengadakan rapat lanjutan setiap dua bulan sekali guna membahas dan menuntaskan penyebaran HIV AIDS yang semakin meluas dikota Depok. (anbf)

 

 518 total views

LEAVE A REPLY