Ini Efek Positif Pencapresan Jokowi, Dongkrak Indeks Harga Saham Gabungan

0
321
Sejumlah pegawai bursa saham di Bursa Efek Indonesia merayakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai titik tertinggi setidaknya sejak sembilan bulan terakhir. Foto: Antara
Sejumlah pegawai bursa saham di Bursa Efek Indonesia merayakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai titik tertinggi setidaknya sejak sembilan bulan terakhir. Foto: Antara
Sejumlah pegawai bursa saham di Bursa Efek Indonesia merayakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai titik tertinggi setidaknya sejak sembilan bulan terakhir. Foto: Antara

depoktren.com-Seiring dengan pengumuman pencapresan Joko Widodo (Jokowi) oleh PDI Perjuangan (PDIP) pada Jumat (14/3) membuat Indeks Harga Saham Gabungan, IHSG, pada akhir perdagangan melonjak hingga hingga 152,48 poin (3,84 persen) ke posisi 4.878,64. Senada dengan IHSG, indeks 45 saham unggulan (LQ45) juga naik 36,26 poin (4,37 persen) ke level 830,67.

Kondisi ini mencapai titik tertinggi setidaknya sejak sembilan bulan terakhir. Data Bloomberg menunjukan nilai rupiah terhadap dolar di pasar spot juga menguat 11 poin menjadi Rp 11.375 per dolar AS.

Transaksi perdagangan saham di pasar reguler BEI tercatat sebanyak 272.034 kali dengan volume mencapai 6,103 miliar lembar saham senilai Rp8,399 triliun. Dari transaksi itu, efek yang bergerak naik sebanyak 169 saham, yang melemah 142 saham, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 85 saham.

Kenaikan IHSG di BEI pada hari Jumat (14/3) sebesar 152,48 poin kontradiktif dengan sejumlah indeks di bursa regional. Indeks Hang Seng melemah 216,59 poin (1,00 persen) ke level 21.539,49; indeks Nikkei turun 488,32 poin (3,30 persen) ke level 14.327,66; dan Straits Times melemah 7,67 poin (0,25 persen) ke posisi 3.073,72.

Sejumlah pengamat pasar saham menilai sentimen politik dari pencalonan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menjadi faktor penguatan IHSG pada akhir pekan itu. Hal itu dikatakan Kepala Ekonom Danareksa Research Institute, Purbaya Yudhi Sadewa, lalu juga dikatakan analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono dan Kepala Ekonom Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih.

Mereka mengakui kenaikan IHSG itu dipengaruhi penetapan Jokowi sebagai calon presiden oleh PDIP. “Pasar melihat Jokowi mungkin akan memberikan angin segar bagi ekonomi kita sehingga mereka pikir pasti tidak lama lagi ada euforia di pasar kita jika Jokowi betul terpilih,” kata Purbaya.

Purbaya mengatakan bahwa indeks di pasar saham dan pasar uang akan bergerak naik jika ada harapan atau ada hal yang mengejutkan dalam politik. Setelah pergerakan itu, pasar akan kembali menilai program-program atau kebijakan yang akan disampaikan kandidat pemimpin terkait dengan ekonomi Indonesia dan global.

”Jika kebijakan ekonomi yang disampaikan Jokowi dinilai cukup memuaskan pasar, indeks mungkin akan naik lagi. Apabila Jokowi menang, indeks juga mungkin naik lagi. Dan, pada akhirnya pasar akan menilai ulang kebijakan fundamental yang sempat membawa euforia positif di pasar,” jelas Purbaya.

Kepala Ekonom Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih, mengutarakan bahwa pasar saham dan pasar uang telah menunggu keputusan politik PDIP terkait dengan kandidat presidennya pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden RI 2014 yang akan berlangsung pada Juli mendatang

”Kami semula memperkirakan pengumuman itu satu pekan sebelum pemilu legislatif (Pileg) pada 9 April. Akan tetapi, sekarang pengumumannya lebih cepat dari perkiraan,” terang Lana yang menambahkan bahwa latarbelakang investor saham dan pasar uang menunggu keputusan calon presiden dari PDIP, yaitu karena Jokowi menjadi kandidat yang menonjol di sejumlah survei politik. @tono/rs

 937 total views

LEAVE A REPLY