Komunitas Ciliwung Bebenah Kali Ciliwung

0
215

Nur Mahmudi Menanam Pohondepoktren.com-Masyarakat pencinta lingkungan yang tergabung dalam Komunitas Ciliwung melakukan aksi berbenah Kali Ciliwung bertajuk Bersih-Bersih Kali Ciliwung yang diadakan di sepanjang kali Ciliwung Grand Depok City (GDC) Kota Depok, Sabtu (15/3).

Acara ini dihadiri Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dan turut berpartisispasi juga beberapa Dinas terkait dalam kegiatan ini yaitu Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim), Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta tokoh masyarakat.

”Dalam pemeliharaan sungai, memerlukan sinergi yang baik antara pemkot, warga dan komunitas dalam mengelola ciliwung. Kegiatan ini saya rasa merupakan bukti yang sangat positif dari kesadaran kita semua,” ujar Nur Mahmudi.

Diutarakan Nur Mahmudi, bahwa pemahaman warga terkait kebersihan dan ketertiban sepanjang Ciliwung harus ditingkatkan, hal ini membutuhkan sosialisasi dan pembinaan dari Dinas terkait ataupun dari Komunitas lingkungan. Pemahaman mengenai garis sepadan sungai (GSS) juga menjadi salah satu hal yang penting, karena keberadaan bangungan di sepanjang aliran sungai berpotensi membuat aliran sungai menyempit hingga menyebabkan banjir.

”Warga harus memahami GSS, jangan sampai keberadaan bangungan liar si sepanjang sungai malah membuat volume aliran air bertambah, ini menjadi tugas Bimasda dan Distarkim,” terang Nur Mahmudi.

Pada kesempatan itu, Nur Mahmudi diberikan kehormatan untuk memberikan nama kursi yang terbuat dari sampah residu. Kursi tersebut akhirnya diberikan nama “Kursi Residu Depok” oleh Pemimpin kota belimbing tersebut. ”Namanya Kursi Residu Depok saja ya, kan warga Depok yang buat,” ujarnya sambil tertawa.

Kursi ini merupakan kursi yang dibuat dari gulungan kertas yang didalamnya diisi menggunakan sisa sampah residu, seperti sampah plastik, tali rapiah, bungkus mie instan dan serpihan kaca. Untuk membuat kaki kursi tersebut, selain menggunakan gulungan kertas bisa juga mengunakan bambu.

Nur Mahmudi sangat mengapresiasi kursi yang dibuat oleh Komunitas Ciliwung ini, beliau berharap nantinya akan ada pemikiran dan ide lain dari warga dalam membuat sampah menjadi hal yang berguna.
”Ini merupakan hal positif dan kreatif dari warga, merekayasa sampah menjadi barang yang berguna. Ini kan bukan recycle, bukan refuse sampah juga. Semoga makin banyak warga yang kreatif, ini kan bisa dijual dan menambah penghasilan juga buat warga,” tutur Nur.

Lanjut Nur, saat ini Pemkot Depok juga sedang menggalakkan pembuatan sumur resapan dan sumur imbuhan, selain juga terus konsisten dalam hal pengolahan sampah. Perilaku hidup bersih serta pemilahan sampah dan pengelolaan sampah terus diupayakan oleh Pemkot demi teripta kota yang sehat dan hijau. ”Kita kan ada perda mengenai hukuman warga yang membuang sampah sembarangan, itu terus kami tegakkan,” paparnya.

Diharapkan agar warga yang sudah memahami tentang proses pemilaham sampah dan pengelolaan sampah dapat melakukan pembinaan kepasa warga lain yang belim mengerti. ”Semua warga, komunitas, lpm harus bahu membahu melakukan sinergitas dalam hal kebersihan dan ketertiban terkait sampah. Mulai dari Lurah, Rt dan Rw harus bekerjasama, ini bukan hanya tugas pemkot saja tapi juga menjadi tanggung jawab kita semua warga Depok,” harap Nur Mahmudi. @dewi

 684 total views

LEAVE A REPLY