Jajanan Anak SD Berbahaya

0
624

jajanan anak sddepoktren.com-Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah melakukan pengambilan sampel jajanan di 55 sekolah dasar (SD) dari pedagang di kantin sekolah maupun pedagang diluar sekolah di kota Depok. Hasilnya beberapa di antaranya positif mengandung boraks, formalin, siklamat, metanil yellow, dan rodamin.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Lies Karmawati yang juga mengungkapkan, bahwa sejumlah 55 sekolah itu ternyata masih banyak terdapat jajanannya mengandung bahan berbahaya. Diketahui setelah dari hasil uji laboratorium laboratorium IPB Bogor, menyebutkan bahwa pedagang yang berjualan jajanan mengandung formalin 30 sekolah. Kemudian boraks 27 sekolah, pewarna tekstil 12 sekolah, dan pemanis buatan atau siklamat 41 sekolah. Selanjutnya mengandung bakteri e-coli 17 sekolah.

”Pemeriksaan jajanan sekolah itu telah dilakukan sejak tahun 2006 dengan 72 sekolah. Kemudian dilanjutkan tahun 2007-2012 dengan setiap tahunnya 60 sekolah. Artinya sudah 300 sekolah jajanannya telah diambil sample. Total jajanan yang sudah diambil samplenya sebanyak 372 sekolah. Sedangkan tahun 2013, pihaknya mengambil 55 sekolah atau 20 persen dari 372 sekolah,” papar Lies, di Balaikota Depok, Senin (17/3).

Pembinaan yang dilakukan Dinkes Depok, lanjutnya, dilakukan setidaknya membuat umumnya pedagang paham tentang bahan berbahaya. Dari 372 sekolah hanya 20 persen yang masih menggunakan. ”Itu pun kebanyakan pedagang baru. Kebanyakan masih menggunakan pemanis buatan yang melebihi takaran,” ungkap Lies yang menambahkan, meski pedagang itu melanggar namun pihaknya tidak memberikan tindakan represif melainkan persuasif. Pedagang tersebut akan terus dibina agar paham tentang bahan berbahaya itu yang jika dikonsumsi akan menyebabkan kanker. @tono/des/rs

 1,192 total views

LEAVE A REPLY