Tarif Tol Cijago Naik, Pengguna Tol Kaget

0
838

tol-cimanggis-depokdepoktren.com-Pengguna Jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) tahap I merasa kaget atas kenaikan tarif tol. Apalagi kenaikan tarif tol tersebut tanpa pemberitahuan dan terkesan tertutup. ”Jaraknya dekat, tarifnya mahal. Mungkin ini tol termahal,” kata Idesma, warga Sukmajaya, Senin (17/3).

Mahalnya tarif tol yang mulai beroperasi sejak akhir Januari 2012 ini, tak lain karena jarak tempuh yang cukup dekat yakni yang hanya berjarak 3,7 kilometer ini. Bagi pengendara dari arah Jalan Raya Bogor, memasuki pintu tol ini di Pintu Cisalak I dan membayar di Cisalak II. Untuk dari arah Jakarta, pengendara dapat memasuki pintu Cibubur dan membayar di Cisalak I. Sementara dari arah Bogor, pengendara dapat menggunakan pintu Cimanggis I dan bayar di Cisalak I.

Boy, warga Beji menyatakan bahwa kenaikan tarif tol tersebut seharusnya diiringi dengan pelayanan dan perawatan jalan yang baik serta percepatan pembangunan Tol Cijago tahap II dari Jagorawi-Margonda.

Tarif baru Tol Cijago tahap I mengalami kenaikan dan sudah berlaku sejak Jumat (14/3). Naiknya tarif tol tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Nomor 490/KPTS/M/2013 tertanggal 28 November 2013. Demikian dikatakan, Sekretaris Perusahaan PT Translingkar Kita Jaya (pengelola Tol Cijago), Sinung Hardjo.

Kenaikan tarif Tol Cijago untuk kendaraan golongan I dari Rp 3.500 menjadi Rp 4.000. Kemudian golongan II dari Rp 5.000 menjadi Rp 6.000. Golongan III dari Rp 7.000  menjadi Rp 8.000. Golongan IV dari Rp 8.500 menjadi Rp 10.000, dan golongan V dari Rp 10.500  menjadi Rp 12.000. ”Kami hanya mengikuti SK Menteri PU,” kata Sinung.

Menurut Sinung, tarif tol baru itu tak berpengaruh terhadap jumlah kendaraan yang melalui Tol Cijago menuju Tol Jagorawi. Rata-rata per hari kendaraan mencapai 34.967 kendaraan. Jumlah kendaraan yang menggunakan Tol Cijago tahap I saat ini sama dengan LHR Maret 2014 yakni 34.967 kendaraan.

Kepala Bidang Teknik Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PU, Abram Barus menyatakan bahwa tarif tol baru itu sudah sesuai dengan rencana bisnis antara pemerintah dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Sesuai rencana setiap dua tahun sekali tarif tol itu naik. BUJT mengevaluasi besaran tarif sesuai dengan nilai inflasi dan pemenuhan standar pelayanan minimal. Di antaranya kondisi jalan tol, kecepatan tempuh rata-rata, aksesibilitas, mobilitas, keselamatan, dan unit pertolongan atau penyelamatan dan bantuan pelayanan. @tono/des/rs

 2,331 total views

LEAVE A REPLY