Fatwa Ulama Saudi Atas Larangan Makanan All You Can Eat Buat Gempar Dunia Maya

0
265
facebook.com/page/epic/crountu-burger-and-waffle
facebook.com/page/epic/crountu-burger-and-waffle
facebook.com/page/epic/crountu-burger-and-waffle

depoktren.com – Fatwa yang dikeluarkan seorang ulama di Arab Saudi menimbulkan perdebatan di media sosial. Ulama bernama Saleh al Fawzan melarang menu makanan buffet alias all you can eat.

Alasannya, hal itu tak sesuai dengan persyaratan jual beli secara hukum islam. Menurut Fawzan, nilai (harga) dan kuantitas barang yang dijual harus ditentukan sebelum dibeli, namun pada makanan prasmanan pembeli membayar harga makanan setelah menyantap.

Kepada stasiun TV Al-Qur’an alAtheer milik kerajaan, dia mengatakan, “Siapa pun yang makan dari hidangan prasmanan dengan hanya membayar 10-50 riyal (Rp30 ribu atau Rp150 ribu) tanpa menentukan berapa kuantitas makanan yang mereka makan melanggar syariah (hukum islam).”

Hal ini langsung menjadi buah bibir di jejaring sosial. Dengan hashtag larangan hidangan buffet berbahasa Arab, sejumlah pengguna situs mengkritik fatwa tersebut.

“Restoran akan hancur jika tidak menghitung makanan yang mereka dijual. Ini meniadakan premis syekh bahwa kuantitas tidak diketahui,” kata salah seorang pengguna Twitter.

Pengguna lainnya berkomentar, “Ini hanya fatwa dan bukan berasal dari Quran. Anda bebas mengikutinya, tetapi Anda tak dapat memaksakan hal itu kepada orang lain.”

Namun, sejumlah pengguna lainnya mendukung fatwa dan syekh tersebut.

“Ini lucu, orang-orang yang menyerukan diskusi tidak membicarakan bukti atau usul yang syekh berikan malah membicarakan dirinya,” kata salah satu pengguna seperti dimuat dalam Al Arabiya.

Sementara, pengguna lain mengatakan, “Bencananya adalah saat orang mengkritik syekh bodoh tetapi mereka tidak mengetahui.”

Fatwa tersebut juga menarik perhatian surat kabar lokal dan regional. Koran al-Madina menerbitkan tajuk Rabu berbunyi, “Fatwa larangan buffet ciptakan kegemparan di Twitter “

Media Mesir Sada el-Balad dan Nawaret menayangkan berita tersebut disertai video wawancara ketika sang ulama menyatakan fatwa tersebut. (anbf)

 651 total views

LEAVE A REPLY