Wow! Biaya Rp 1,18 Miliar Untuk Peroleh Kursi di DPR RI

0
340

dpr ri ruang sidangdepoktren.com-Wow! Ternyata untuk dapat duduk menjadi anggota DPR RI tidaklah murah. Modal besar merupakan salah satu syaratnya. Diperkirakan, harga untuk duduk di kursi DPR RI, kisarannya Rp 1,18 hingga Rp 4,6 miliar. Demikian terungkap berdasarkan penelitian dari Lembaga Policy Research Network (PRN) bersama Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI)..

”Kami menghitung biaya komponen sebagai investasi politik. Komponen-komponen yang dihitung adalah alokasi untuk percetakan, tekstil, transportasi dan komunikasi, jasa komunikasi media, serta pengerahan massa,” ujar peneliti LPEM FEUI, Teguh Dartanto, di UI, Depok, Kamis (20/3).

Lanjut Teguh mengatakan harga sebesar itu dianggap wajar, karena akan tertutupi dari pemasukan bila sudah menjadi anggota DPR RI. ”Harga itu wajar, tetapi ini bisa jadi berbahaya juga nantinya, para caleg sudah terpilih menjadi anggota dewan, mereka bisa saja berusaha untuk mengembalikan biaya kampanye yang sudah mereka keluarkan,” jelasnya.

Teguh menambahkan, jika ada caleg yang mengeluarkan dana kampanye diatas Rp 4,6 miliar sudah pasti akan berusaha balik modal dengan cara apapun. ”Ada caleg yang mengeluarkan anggaran diatas Rp 6 miliar, padahal dengan dana sebesar itu, belum tentu juga menjamin bahwa caleg tersebut akan terpilih. Ini menjadi tidak rasional, karena dari mana dia akan bisa menutup pengeluaran saat kampanye. Ini mempunyai kemungkinan saat dia terpilih sebagai anggota DPR RI menjadi koruptor. Ini harus dicurigai,” tuturnya.

Dilanjutkan Teguh, untuk Pemilu kedepan, sebaiknya dana kampanye Pemilu para caleg dibatasi sehingga mudah pengawasannya. ”Kalau sekarang pengawasannya sulit, apalagi kampanye sudah berlangsung. Tapi, untuk Pemilu akan datang dana kampanye sebaiknya dibatasi. Ini akan menciptakan etika politik yang sehat, mudahnya pengawasan dan memperkecil kemungkinan anggota DPR RI yang terpilih melakukan korupsi untuk mengembalikann dana kampanyenya,” papar Kepala Kajian Kemiskinan Dan Pembangunan LPEM FEUI ini.

Caleg DPR RI Partai Golkar dari Dapil 1 DKI Jakarta, Muhammad Fahreza Sinambela mengatakan hingga selesai kampanye diperkirakan dana yang akan dikeluarkan hingga Rp 600 juta untuk kampanye di 10 kecamatan. ”Sampai sekarang sudah keluar sekitar Rp 370 juta, diperkirakan hingga selesai pemilu sekitar Rp 600 juta. Dana tersebut digunakan untuk belanja atribut seperti stiker, banner, kartu nama, sosialisasi dengan warga,” terang Fahreza.

Mantan wartawan ini menambahkan karena besarnya dana kampanye dirasakan perlu adanya suatu peraturan khusus untuk mengatur soal permodalan kampanye untuk caleg sehingga bisa menjamin transparansi dana dan juga sebagai tolok ukur yang tepat.

”Sangat diperlukan adanya batasan dana kampanye para caleg, supaya persaingan fair. Misalnya dana caleg Rp 1 M, maka semua partai akan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya, apa yang dibutuhkan bisa dibeli dan yang tidak dibutuhkan bisa dihindari,” pungkasnya. @tono/rs

 788 total views

LEAVE A REPLY