Pengelolaan Biogas akan Ditata Ulang

0
768

sapi kotorandepoktren.com-Pengembangan energi alternatif dengan memanfaatkan kotoran sapi atau biogas akan ditata ulang pengelolaannya oleh Dinas Pertanian dan Perternakan (Distankan) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. ”Unit Pengelolaan Biogas memang harus ada pendampingan. Awalnya memang tidak ada pengawasan dan pendampingan, itu yang menjadi kelemahannya selama ini,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Distankan Pemkot Depok, Tinte Rosmiati di Balaikota Depok, Jumat (28/3).

Menurut Tinte, biogas merupakan energi alternatif yang dihasilkan dengan memanfaatkan kotoran sapi, limbah rumah tangga melalui proses senyawa bakteri penghasil biogas yang bernilai ekonomis. ”Jika dikelola dengan baik pasti akan sangat bermanfaat untuk para peternak dan masyarakat sekitarnya,” terang Tinte yang menambahkan akan menggalakkan kembali program biogas, minimal untuk industri rumah tangga.

Terkait penampungan dan suku cadang yang tidak tersedia, lanjutnya, akan direncanakan ulang sehinga Unit Pengelolaan Biogas bisa kembali berjalan dan tidak akan mengalami kendala lagi. ”Kami akan upayakan, bantuan bukan hanya materi tapi juga diperlukan penyuluhan dan pendampingan. Kami juga akan menjajakan kerjasama dengan perguruan tinggi diantaranya IPB, ITB dan UI,” tutur Tinte.

Pada 2011, Distankan membangun Unit Pengelolaan Biogas untuk Kelompok Tani Tunas Harapan , Kelurahan Bedahan, Sawangan, namun sayangnya sejak 2013 lalu kondisinya tidak terawat dan terbengkalai. ”Para peternak kesulitan menampung limbah biogas dan tabung penyimpanan untuk biogas bocor,” ungkap Tinte yang menegaskan akan menata ulang Unit Pengelolaan Biogas tersebut dan akan dijadikan pilot project di Depok. @dewi/des

 2,864 total views

LEAVE A REPLY