Rumah Baca Panter, Kini Tak Lagi Bersinar

0
444

Taman Baca Panter

depoktren.com – Budaya membaca kini kian tergerus oleh bermacam hiburan dari waktu ke waktu. Miris memang, ditambah dengan kemajuan tekhnologi yang justru lebih banyak memberikan efek yang kurang baik di kalangan anak anak yang kurang mendapat pengarahan dan pengawasan dari orang tua.

Depok, kota pinggiran Jakarta yang kini berubah menjadi kota metropolitan pun tak luput dari redupnya minat membaca di kalangan anak anak.

C360_2014-04-10-12-27-02-800

Contohnya saja Rumah Baca Panter yang kini sepi peminat. Ruba Panter didirikan oleh Komunitas Rumah Baca Panter pada November 2011 lalu. Panter sendiri adalah singkatan dari Paguyuban Terminal.

Yogi (19), salah satu anggota komunitas ini mengatakan saat ini minat pembaca menurun.
“sekarang udah jarang anak anak terminal yang mau baca di Rumah Baca Panter”, ungkapnya.

Rumah baca ini didirikan oleh Bapak Agus dengan tujuan menyelenggarakan perpustakaan di terminal, selain itu juga memberikan ruang untuk membaca dan menambah wawasan bagi anak terminal khususnya. Tak hanya anak anak terminal, masyarakat umum pun diperbolehkan datang di rumah baca ini.

C360_2014-04-10-12-26-22-932

Saat depoktren.com menyambangi lokasi Rumah Baca Panter, kami bertemu dengan Wisnu, penjaga Rumah Baca Panter. Wisnu mengatakan, “Panteg gak akan ditutup, kalo anak anak mau datang ya pasti buka. Tapi sebulanan ini memang udha mulah jarang yang datang”, ucapnya dengan logat sunda yang masih kental.

Wisnu juga mengatakan turunnya animo anak anak membaca di Panter karena relawan yang biasa mengajar sudah sibuk dan jarang datang. “Biasanya ada yang les biola di sini, anak anak pada seneng”, tambahnya. Memang di depan pintu Rumah Baca Panter ini tertulis jadwal kegiatan Rumah Baca Panter, namun semenjak relawan sering tidak datang kegiatan itu pun skerang tidak efektif lagi. (anbf)

 

 883 total views

LEAVE A REPLY