Parai-Partai Islam Buka Peluang Bentuk Poros Tengah

0
183

poros tengahdepoktren.com-Ketiadaan tokoh sempat dianggap sebagai latar belakang terpuruknya elektabilitas partai politik berbasis Islam di beberapa hasil survei sebelum pemilu legislatif 2014. Namun, dengan kenyataan raihan suara partai-partai politik Islam yang mampu mendapatkan akumulasi suara sekitar 32 persen versi hitung cepat mematahkan prediksi banyak lembaga survei.

Pengamat Politik Andrinof Chaniago, menjelaskan bahwa partai-partai politik Islam telah mengambil wilayah tengah yang memang sedang merosot drastis. ”Gerakan organisasi yang bagus, militan dan strategi yang tepat mampu memperluas cakupan konstituen partai politik Islam itu sendiri,” ujar Direktur Eksekutif Cirus Surveyors Group ini.

Beberapa partai Islam mampu mendapatkan kenaikan suara yang signifikan, seperti Partai Kebangkitan Bangsa¬† (PKB) yang bercokol di 5 besar dengan kisaran suara sekitar 9 persen. Andrinof menilai kenaikan status PKB ini dikarenakan kelihaian Muhaimin Iskandar dalam memainkan peran Rhoma Irama dan Mahfud MD. ”Selain faktor kepemimpinan Muhaimin, hubungan kesejarahan PKB dan NU pun menjadi faktor penting atas perolehan suara PKB,” terang Andrinof.

Terdapat skenario menarik jika partai-partai Islam membentuk koalisi poros tengah, jika hal ini terjadi partai-partai Islam tersebut bisa untuk mengajukan capres dan cawapres sendiri. Ini akan menjadi saingan tangguh di pilpres bagi Jokowi atau Prabowo.

Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Boni Hargens, menilai koalisi poros tengah akan menjadi alternatif kekuatan ditengah dominasi PDIP, Golkar dan Gerindra. Menurut Boni, kesulitannya adalah tidak ada figur pemersatu di partai-partai politik berbasis Islam ini.

”Sangat sulit membentuk poros tengah karena disana terdapat krisis figur. Sebaiknya partai-partai Islam harus membuka diri. Saya melihat PPP akan dengan Gerindra dan PKB dengan PDIP, untuk partai lain, tampaknya masih menghitung peluang,” jelas Boni.

Koalisi poros tengah memang sempat sangat sukses saat partai-partai Islam bersatu dan mengantarkan Abdurrahmad Wahid atau Gus Dur sebagai presiden pada tahun 1999. ”Jika koalisi poros tengah kembali terbentuk, maka partai-partai politik berhaluan Islam mampu berkuasa. Tapi sampai sekarang memang belum ada pembicaraan lebih lanjut terhadap rencana koalisi ini. PKB sendiri tak menutup diri untuk ambil kesempatan,” tutur Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.

Sementara PKS yang sebenarnya gagal melampaui target pencapaian suara namun berhasil mematahkan hasil survei yang menyebutkan bahwa PKS tak akan mampu menembus Parliamentary Threshold masih bersikap menunggu terhadap kemungkinan koalisi-koalisi yang akan terjadi. ”Masih kita lihat dan pantau dulu. Siapa tahu ada pilihan jalan tengah antara Jokowi atau Prabowo,” pungkas Wakil Sekretaris Jenderal PKS, Fahri Hamzah. @ton/desf

 461 total views

LEAVE A REPLY