Apa Itu Psikokiber?

0
758

sosmed

 

depoktren.com – Cyberpsychology adalah studi tentang pengaruh interaksi antara manusia dengan tekhnologi (khususnya internet, multimedia, dan realitas virtual) terhadap pikiran, perasaan, kehendak serta tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok. Menurut asal usul katanya, cyberpsychology berasal dari dua kata, yakni cybernetics dan psychology. Dalam bahasa Indonesia, ada dua padanan kata cybernetics, yakni kibernetika dan sibernetika. Keduanya memiliki arti yang sama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, yakni ilmu pengetahuan tentang komunikasi dan pengawasan yang khususnya berkenaan dengan studi bandingan atas sistem pengawasan yang khususnya berkenaan dengan studi bandingan atas sistem pengawasan otomatis (seperti sistem saraf dan otak). Berdasarkan hal tersebut, penerjemahan cyyberpsychology ke dalam Bahasa Indonesia dapat kita gunakan istilah psikologi siber, psikologi kiber, psikokiber atau psikosiber. Mungkin masih agak asing di telinga, mengingat masih barunya ranah studi ini.

dewasa ini, produksi maupun konsumsi jejaring sosial di internet mencapai pertumbuhan yang luar biasa. Tidak heran jika orang ditanyai mengenai psikokiber maka yang terlintas pertama kali adalah dampak penggunaan faceebook, twitter dan jejaring sosial lainnya di internet. Studi-studi psikologi sosial dalam hal itu turut menyumbang pemahaman mengenai relasi sosial, intimidasi, subjektivitas, kesepian, inklusi, privasi, konflik, dan sebagainya. Di samping itu, psikokiber juga turut membincangkan topik-topik lain, seperti akseptansi dan resistensi penggunaan teknologi, karakteristik kepribadian konsumen teknologi (misalnya konsumen situs porno), kolaborasi dalam permainan virtual, efek terafeutik dari eksistensi dan interaksi dalam lingkungan virtual, efek ikon dan tata letak dalam periklanan online terhadap perilaku membeli, pembulian kiber (cyber bullying), aspek-aspek psikologis dalam cyber-religiosity dan masih banyak lagi.

Bahwa penggunaan teknologi kiber memiliki pengaruh positif (termasuk inovasi riset dan aplikasinya) dan dampak negatifnya (termssuk dalam bidang moral dan tata kelakuan) adalah suatu keniscayaan dan kiranya tidak perlu dipuja berlebihan maupun ditanggapi sinistik berulang-ulang dalam media. Lagipula, sebagaimana diungkapkan oleh Ambrose Bierce : “There is nothing new under the sun but there are lots of old things we don’t know”. Namun demikian, ada sejumlah persoalan penting yangs ekiranya patut secara konstan memperileh perhatian kita.

Persoalan pertama adalah apakah kita telah memiliki strategi mitigasi untuk mengurangi perilaku negatif pada tingkat makro, meso, maupun mikro, di samping juga tetap mempromosikan pengaruh positifnya. Persoalan kedua adalah terkait dengan cara mengelola gejala kibernasi yang secara terus menerus melanda lingkungan dan ekmanusiaan kita. Persoalan penting lain dalma tataran teoritis adalah tidak hanya meneylidiki pengaruh psikologi terhadap perilaku dalma dunia kiber, tetapi juga sebaliknya bagaimana kita mengetahui dan menanggapi pengaruh gagasan kibernetika terhadap psikologi. Persoalaan keempat yang berhubungan adalah bagaimana kita mengimajinasikan relasi antara psike manusia dengan teknologi kiber, entahs ebagai koeksistensi, penempelan, maupun persenyawaan serta bagaimana imajinasi tersebut memberikan sumbangsih terhadap makan hidup kita.

Source: PSYCHONEWS. (Juneman, staf pengajar F. Psikologi Universitas Pancasila, F. Humaniora Bina Nusantara)

 1,346 total views

LEAVE A REPLY