Ketua KPPS Cilangkap Segera Ditangkap Polisi

0
463
Polresta Depok bertindak cepat atas pelanggaran pidana Pemilu. Beberapa oknum yang melakukan pelanggaran pidana Pemilu sudah dimintai keterangan
Polresta Depok bertindak cepat atas pelanggaran pidana Pemilu. Beberapa oknum yang melakukan pelanggaran pidana Pemilu sudah dimintai keterangan
Polresta Depok bertindak cepat atas pelanggaran pidana Pemilu. Beberapa oknum yang melakukan pelanggaran pidana Pemilu sudah dimintai keterangan

depoktren.com-Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Agus Salim akan segera menindaklanjuti laporan Panwaslu Kota Depok atas dugaan pelanggaran pidana Pemilu yang dilakukan Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPPS) Kelurahan Cilangkap, Atmayasa beserta sejumlah anggotanya yang didugaan bekerjasama dengan salah satu oknum calon legislatif (caleg) dari PDIP untuk DPRD Kota Depok berinisial MAS.

”Kami akan akan segera memanggil oknum KPPS dan para anggotanya dan oknum caleg PDIP yang melakukannya karena sudah masuk kategori pelanggaran pidana Pemilu. Sudah cukup bukti kalau perlu kami melakukan penahanan,” ujar Agus di Mapolres Depok, Rabu (7/5).

Hal ini dilakukan Polresta Depok menindaklanjuti laporan dari Ketua Panwaslu Kota Depok, Sutarno atas dugaan kecurangan perolehan suara yang dilakukan KPPS Cilangkap.

Berdasarkan laporan, diungkapkan Agus, kejadian berawal ketika Rabu 30 April 2014, KPPS Atmayasa diketahui telah mengubah perolehan suara milik dua caleg PDIP, Hendra Kurniawan dan Siti Sutinah yang berdasarkan data C1 memperoleh suara terbanyak. Kejadian berlangsung di kantor sekertariat PPS Cilangkap di kantor Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos Depok.

”Diduga dilakukan dengan cara mengubah perolehan suara partai dan caleg dari model C.1 (produk TPS/KPPS) ke model D.1 (produk PPS),” terang Agus yang menambahkan, berdasarkan rekapan hasil tersebut pelapor menemukan perbedaan hasil perolehan suara C1 dengan model D.1 sehingga mengakibatkan kerugian perolehan suara caleg PDIP Hendra Kurniawan dan Siti Sutinah.

Dalam kasus ini, lanjut Agus, para pelaku yakni Ketua KPPS dan para anggotanya serta oknum caleg PDIP berinisial MAS diduga telah melanggar pidana Pemilu dengan diancam dengan Pasal 309 UU no 8 tahun 2012, tentang Pemilu.

Pasal itu menjelaskan, setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan suara seorang pemilih menjadi tidak bernilai atau menyebabkan peserta pemilu tertentu mendapat tambahan suara atau perolehan suara peserta pemilu menjadi berkurang dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak Rp.48.000.000,00 (empat puluh delapan juta rupiah).

Komite Pimpinan Kota Partai Rakyat Demokratik (KPK-PRD) Kota Depok melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor KPU Depok di jalan Kartini, Depok. ”Usut tuntas seluruh kecurangan dan kejahatan Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 di Kota Depok,” teriak kordinator demontrasi, Rando Turben Oroh, Rabu (7/5).

Diungkapkan Rando, banyak temua kecurangan dan kejahatan Pileg 2014 di Kota Depok berupa praktik penggelembungan suara dan manipulasi data dalam prose rekapitulasi perhitungan suara dari mulai tingkat TPS, PPS, PPK dan KPU Depok.

”Kami meminta aparat kepolisian segera mengusut laporan yang sudah dilakukan Panwaslu Kota Depok, kasus yang paling brutal dan mencolok penggelembungan suara di PPS Cilangkap, pihak kepolisian tidak usah ragu segera tangkap KPPS dan para anggotanya serta oknum caleg PDIP yang terlibat,” tutur Rando. @ardian

 1,585 total views

LEAVE A REPLY