Banyak Kecurangan, Lintas Partai Tuntut Pemilu Ulang

0
154

pemilu 2014depoktren.com-Sejumlah masa dari Komite Pimpinan Kota Partai Rakyat Demokratik (KPK-PRD) Kota Depok, melakukan aksi demonstrasi di Kantor Komisi Pemilihan Umum Kota Depok. Terkait dugaan kecurangan perolehan suara yang dilakukan oleh setiap KPPS di Kota Depok.

”Usut tuntas seluruh kecurangan dan kejahatan Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 di Kota Depok,” tegas Koordinator demontrasi, Rando Turben Oroh, saat melakukan demonstrasi di depan Kantor KPU Depok di jalan Kartini, Depok, Jawa Barat (Jabar), Senin (12/5).

Menurut Rando, bahwa banyak temukan kecurangan dan kejahatan ketika Pileg 2014 di Kota Depok. Seperti, praktik penggelembungan suara dan manipulasi data dalam proses rekapitulasi perhitungan suara dari mulai tingkat TPS, PPS, PPK dan KPU Depok.

”Kami meminta aparat kepolisian segera mengusut laporan yang sudah dilakukan Panwaslu Kota Depok, kasus yang paling brutal dan mencolok penggelembungan suara di PPS Cilangkap, pihak kepolisian tidak usah ragu segera tangkap KPPS dan para anggotanya serta oknum caleg yang terlibat,” pintanya yang juga meminta agar dilakukan Pemilu ulang di Kota Depok.

Ketua LSM Kapok, Kasno juga meminta sebaiknya dilakukan Pemilu ulang di Kota Depok dengan alasan banyaknya terjadinya pelanggaran pidana pemilu atau kecurangan yang dilakukan secara masif dan terstruktur mulai dari TPS, PPS, PPK dan KPU Depok. ”Sebaiknya biar fair dilakukan Pemilu ulang karena kecurangan yang terjadi sudah sangat brutal,” tegas Kasno.

Aliansi Parpol Depok (APD) yang terdiri dari Demokrat, PKB, Hanura, PBB, dan NasDem juga mendesak untuk diadakan Pemilu ulang di Kota Depok. ”Kami merasa keberatan dengan hasil pengumuman rekapitulasi resmi dari KPU Depok yang tidak valid untuk itu kami menuntut paling tidak harus dilakukan Pemilu ulang di seluruh Kota Depok,” tutur juru bicara APD, Nasrudin Azis, Sabtu (10/5).

Dijelaskan Azis, proses Pileg 2014 di Kota Depok terlalu banyak kecurangan terjadi hampir diseluruh daerah pemilihan (dapil) dan terjadinya banyak kecurangan itu sepertinya didiamkan saja oleh KPU Depok yang juga bagian dari pelaku kecurangan atau pelanggaran. ”KPU Depok dengan juga sengaja melakukan pelanggaran dan tidak taat azas serta kode etik,” jelasnya.

Diungkapkannya, KPU Depok juga diduga dengan sengaja telah membuat dan menerbitkan formulir DA1 yang tidak dapat dipertanggungjawabkan baik secara hukum yang berlaku dalam pelaksanaan Pemilu maupun secara tertib andministrasi. ”Data yang dikeluarkan dengan jumlah suara tidak sama. Selain itu KPU Depok melakukan singkronisasi data tanpa persetujuan saksi parpol,” ungkap Azis.

KPU Depok lanjutnya tidak siap dan sanggup melaksanakan pileg 2014 lalu. Dari hasil jumlah suara yang digunakan di Depok sebanyak 26.831, sedangkan suara sah dan tidak sah 114.754, terdapat selisih angka sebesar 87.923. ”Ini merupakan kroscek suara angka sah dan tidak sah ditambah lagi suara itu tidak jelas asal usulnya,” pungkas Azis. @ardian

 554 total views

LEAVE A REPLY