Nur Mahmudi: Tak Turun Bukan Berarti Arogan

0
219

20140520_155046

depoktren.com – Pemberitaan tentang penabrakan oleh mobil Walikota Depok makin santer diberitakan. Pasalnya sikap Walikota yang tidak turun saat kejadian menimbulkan banyak kecaman.

Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail, mengakui bahwa dirinya tidak turun dari mobil dinasnya saat itu. Hal tersebut dilakukan atas perintah polisi yang ada di TKP. Mobil Dinas Nur menabrak pengendara motor Yamaha Vega B 6200 ELW yang bernama Tamsa Rosyid (44), seorang buruh bangunan hingga mengalami luka serius di jari kaki dan dadannya.

Saat dikonfirmasi kemarin (19/5/2015) oleh wartawan Nur menjelaskan sikapnya yang tak turun dikarenakan perintah polisi yang meminta untuk melanjutkan perjalanan.

“Saya tidak turun dari mobil, bukan berarti saya arogan”, akunya. Saat kejadian sudah ada yang menangani dan mengurus pengendara yang tertabrak.

“Sudah ada yang menangani korban. SOP sudah kami lakukan, jadi saya tidak harus turun. Kami juga ada tamu lain, saya tidak turun karena ada polisi. Yang melakukan semuanya polisi, yang menentukan saya jalan atau tidak itu, polisi,” katanya.

Nur juga menjelaskan bahwa ia telah memerintahkan staf beserta jajarannya untuk memastkan keadaan dan perawatan Tasma.

Dari kejadiam ini perlu diambil pelajaran bahwa seharusnya para pengguna jalan juga perlu memahami peraturan yang berlaku. Rangkaian kendaraan rombongannya yang dikawal patwal itu dilindungi oleh undang-undang dan tak semestinya ada pengendaran lain yang menyerobot.

“Jadi perlu saling menghormati dan bukan untuk arogansi. Jika polisi sudah beri isyaraat maka semua harus beri jalan. Ini adalah rangkaian resmi,” katanya. (anbf)

 515 total views

LEAVE A REPLY