Anak Suka Mengisap Jari, Ini yang Harus Bunda Lakukan

0
151

images (9)

depoktren.com – Mengisap jempol tangan bisa menjadi kebiasaan anak yang susah dihentikan. Jika Anda ingin anak menghentikan kebiasaan tersebut, mulailah cari tahu apa di balik kebiasaannya dan pahami cara untuk menghentikannya.

 

Mengapa anak suka mengisap jempol mereka?

Bayi memiliki akar alamiah dan refleks untuk mengisap, yang bisa membuat mereka menempatkan jempol atau jari ke dalam mulut mereka. Mengisap membuat bayi tenang. Akhirnya kebiasaan ini bisa berkembang ketika mereka bosan, lelah, atau cemas.

 

Berapa lama mengisap jempol biasanya berlangsung?

Biasanya, kebiasaan mengisap jempol ini berhenti sendiri pada usia 6 atau 7 bulan. Namun kadang kebiasaan ini tetap terbawa terutama saat anak sedang stres di usia balita dan tahun-tahun prasekolah.

 

Kapan orang tua harus campur tangan?

Mengisap jempol biasanya tidak menjadi perhatian sampai usia 4 atau 5 tahun. Pada usia ini, kebiasaan itu bisa mempengaruhi langit-langit mulut atau posisi pertumbuhan gigi. Jika anak sering mengisap jempol pada usia 5 tahun yang membuat masalah gigi, bicaralah dengan anak untuk memecahkan kebiasaan ini.

 

Apa yang bisa dilakukan untuk menghentikan kebiasaannya?

Berikut beberapa langkah yang mungkin bisa membantu:

 

– Ingatkan dengan lembut

Ketika anak mengisap ibu jari, ingatkan dia untuk berhenti. Jangan dikritik atau diejek, karena malah bisa membuat anak stres. Ajarkan anak bahwa mengisap jempol adalah perilaku menarik perhatian.

 

– Beri dorongan positif

Pujilah anak atau berikan hadiah kecil – seperti cerita pengantar tidur tambahan atau perjalanan ke taman – ketika dia tidak mengisap jempol. Tandai kalender untuk mencatat hari-hari ketika anak berhasil menghindari mengisap jempol.

 

– Pengalih perhatian.

Dorong anak Anda untuk melakukan sesuatu yang lain, seperti meremas bantal atau boneka binatang, ketika dia terdorong untuk mengisap jempolnya.

 

Sebagai usaha terakhir, bisa dipertimbangkan langkah yang tidak menyenangkan. Contohnya melumuri jempolnya dengan cuka atau bahan pahit. Bisa pula perban jempolnya atau pakaikan sarung tangan. Teknik-teknik ini, jarang dianjurkan. Selain itu, jika gigi anak tumbuh tidak sejajar, dokter gigi anak bisa memasang perangkat oral yang mencegah jari-jari atau ibu jari dari meletakkan tekanan pada langit-langit mulut atau gigi. (anbf)

 

Sumber: Tempointeraktif.com

 520 total views

LEAVE A REPLY