Bunda, Aku Ingin Sekolah

0
389

233932_ilustrasi-ibu-dan-anak_663_382

depoktren.com – Pada sebagian anak, ada yang telah berkeinginan untuknpergi ke sekolah. Padahal, umur mereka belum genap 4 tahun. Jika ada yang mengalami seperti ini apakah yang harus kita lakukan selaku orang tua.

 

Dilansir dari parentguide.com ada tiga hal yang harus kita perhatikan sebelum kita memutuskan menyekolahkannya atau tidak. Pertama, soal keamanan si kecil. Sebaiknya kita mempertimbangkan untuk menyekolahkannya jika kita menganggap si kecil tidak cukup aman ditinggalkan di rumah hanya bersama orang yang mengasuhnya selama kita bekerja.

 

Kedua, kita tidak perlu menyekolahkannya jika kita, suami, kakek dan neneknya atau pengasuhnya mampu memberikan stimulasi yang baik pada si kecil. Sebaliknya, jika kita tidak bisa melakukannya karena harus bekerja, sekolah bisa menjadi tempat yang baik untuk menstimulasi si kecil.

 

Dan ketiga, sebaiknya si kecil disekolahkan, jika kita dan suami tidak memahami tahap-tahap perkembangan yang sesuai dengan tahapan usianya. Pihak sekolah akan membantu kita mengidentifikasi apakah anak kita berkembang secara normal atau perlu mendapatkan stimulasi yang lebih.

 

Stimulasi memang penting kita lakukan pada lima tahun pertama kehidupan si kecil. Karena pada masa-masa itulah sel-sel otak mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dengan menstimulasinya secara tepat kita bisa mengeksplorasi kecerdasannya atau sebaliknya menemukan adanya gangguan pada perkembangan otak si kecil. Dan penanganan gangguan perkembangan sebelum usia di atas lima memperlihatkan hasil yang jauh lebih cepat.

 

Jadi apa keputusan Anda? Menyekolahkan si kecil atau tidak? Kita yang memilih untuk menyekolahkannya bukan berarti kita terbebas dari tugas mendidik anak. Justru kita harus menjalin kerja sama yang baik dengan pihak sekolah demi terus memantau perkembangan anak kita. Jika usianya belum mencukupi untuk masuk TK B, kita bisa menyekolahkannya di playgroup atau kelompok bermain.

 

Sementara itu, kita yang memiliki waktu untuk menstimulasi si kecil bisa “menciptakan” playgroup di rumah. Buku-buku bergambar, balok susun, xylophone, hanoi tower, atau benda-benda yang ada di sekitar rumah bisa kita gunakan sebagai alat bantu untuk mengenalkan si kecil pada warna, bentuk, dan bunyi-bunyian.

 

Sekali lagi, cara menstimulasinya harus dilakukan sambil bermain. Karena lewat permainan informasi akan lebih cepat dicerna otak, sehingga bisa sangat mencerdaskan anak kita. Sebaliknya bila dilakukan dengan penuh paksaan, otak seperti terhalang dinding tebal. (anbf)

 907 total views

LEAVE A REPLY