Kemenag Depok Tak Serius Tangani Pungli di KUA

0
179

punglidepoktren.com-Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok tidak serius dalam menangani kasus pungutan liar (pungli) pembuatan Akte Kelahiran di KUA, khususnya di KUA Sawangan, sebesar Rp 20 ribu.

Pungutan itu dikeluhkan warga dan para Ketua RT dan RW. Sebelumnya mereka telah memprotes adanya pungli tersebut. Seperti Ketua RT1/9, Naim yang mengkoordinir warganya membuat akte kelahiran mempermasalahkan adanya persyaratan lain dengan surat keterangan dari dukun.

Ketua RW 9 Bedahan, Aming juga mengungkapkan di KUA warganya dikenakan biaya Rp20 ribu seharusnya pihak KUA tidak mematok harga atau seikhlasnya saja. “Saat ini kan ibaratnya pemutihan, kekurangan bisa dimaklumi, sekarang kasihan RT/RW dan orang tua yang mau buat akte kelahiran jadi mondar mandir, padahal dari pagi antri,” ucap Aming.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kota Depok, Supiyanto mengaku untuk biaya legalisir tidak ada ketentuan harus membayar, namun belum ada tindakan pasti. Dirinya juga  sudah menghubungi Kepala KUA Sawangan dan meminta penjelasan terkait adanya indikasi pungli tersebut dan
jika ada temuan akan diselidiki.

Setelah mendapatkan data yang valid dan terbukti adanya pungli, akan ada sanksi sesuai tahapan, mulai dari lisan hingga tertulis. “Nanti akan selalu saya monitor, apalagi yang berhubungan dengan program pemerintah. Supaya pelayanan ini bisa berjalan dengan maksimal,” terangnya.

Janji untuk melakukan tindakan pada oknum yang melakukan pungli sekadar isapan jempol belaka. Hal serupa diutarakan Kasubbag Tata Usaha Kemenag Depok Naseri mengaku tidak mengatahui secara pasti kasus tersebut. “Saya kurang tahu ya masalah itu,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencatatan Sipil Disdukcapil, Suhadi mengatakan, pembuatan akte gratis ini salah satu program P2WKSS dan juga bentuk komitmen Pemkot Depok dalam mewujudkan Kota Layak
Anak.

Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi mengenai persyaratan apa saja yang harus
disiapkan warga untuk membuat akte kelahiran.  Seperti: melampirkan surat kelahiran dari penolong kelahiran (RS/Puskesmas/Klinik/Dokter/Bidan/dll), fotocopy KTP dan Kartu Keluarga orang tua/yang bersangkutan. Selain itu,  keterangan kelahiran dari kelurahan, fotocopy akte nikah/perkawinan yang dilegalisir, foto copy KTP pelapor dan menandatangani formulir bermaterai Rp6.000, menghadirkan saksi dan melampirkan foto copy KTP-nya. (adn)

 929 total views

LEAVE A REPLY