Saling Klaim Unggul Kubu Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK di Depok

0
126

PH JJdepoktren.com-Hasil penghitungan cepat atau Quick Count dari sejumlah survey, menjadikan  kedua kubu calon presiden Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK saling klaim memengankan pemilihan presiden 2014. Hal serupa juga terjadi di Kota Depok saling klaim menang.

Ketua mitra koalisi pemenangan calon presiden Prabowo-Hatta Kota Depok Pradi Supriyatna mengaku pihaknya mengantongi 60 persen perolehan suara. Pihaknya mengikuti proses pilpres dengan cermat, mulai dari saksi di lapangan sampai pengumpulan data C1 dan foto plano TPS. Pasalnya, hal itu bisa menjadi bukti kuat sampai pada ranah hukum. Meski begitu, dirinya menyadari belum semua total suara yang masuk.

”Alhamdulillah perolehan Prabowo-Hatta di Depok mencapai 60 persen dan kita menang. Memang baru ada lima kecamatan yang masuk, laporan itu langsung dari penghitungan dari TPS,” terang Ketua DPC Partai Gerindra Depok ini.

Terkait kemenangan kubu Jokowi-JK yang menang di sejumlah lembaga survey, dirinya bersikap dingin. Menurutnya, boleh saja mengklaim menang tapi pihaknya memiliki data berdasarkan fakta dan akurat. Apalagi, hasil Quick Count dari lembaga survey seperti MRC dan SLI juga memenangkan pasangan Prabowo-Hatta.

”Pastinya kita senang dengan hasil ini, mudah-mudahan terus berjalan dengan kondusif.  Untuk itu, kita terus monitoring diluar  dan kerjasama yang solid di politis. Kita sayang dengan negara RI. Mari kita junjung asas demokrasi dan kita jaga kenyamanan maupun kondusivitas,” pinta Pradi.

Ketua Mitra Koalisi pemenangan Jokowi-JK Kota Depok Edy Faisal  juga mengklaim pihaknya lebih unggul dengan mengantongi suara sebesar 52-53 persen.  Saat ini, pihaknya  terus melakukan penghitungan dengan menghimpun C1 3325 TPS.

”Alhamdulillah menang, kita mendapatkan 52-53 persen. Memang target awal kita 70 persen dan saat ini masih  terus penghitungan. kita terus himpun C1 dengan cermat. Kita juga minta baik kader, pemantau  luar dan  anggota militan agar turut serta menjaga proses perjalanan pengiriman suara dari PPS, PPK sampai KPU,” terangnya.

Mengenai hasil penghitungan cepat yang memenangkan kubu Prabowo-Hatta, ia menilai justru sebuah tindakan yang memalukan. Seharusnya, sikap tersebut tidak boleh dilakukan. Untuk itu, pihaknya terus mengantisipasi terjadinya kecurangan dengan mengawasi penyelenggara  pemilu dan panwaslu.

Menurutnya, wilayah yang paling potensial rawan kepentingan dalam perolehan suara  adalah: di Kecamatan Sawangan, CIlodong, Cipayung, Cimanggis, Tapos . ”Kita minta agar pelototi betul penyelenggara dan panwaslu. Masalahnya, sikap fair play yang belum kelihatan, tidak ada keberpihakan pada pemilu. Saya mengaja,  mari kita jalankan demokrasi  ala pacasila. Semoga  dengan hasil pilpres ini juga berlanjut pada suksesnya di  Pilkada Depok 2015 mendatang,” tutur Edy. (adn)

 418 total views

LEAVE A REPLY