5 Alasan Kemenangan Jokowi di Pilpres 2014

0
446

jokowi-jk-hebat

depoktren.com – Pada tanggal 22 Juli 2014 lalu, KPU telah mengumumkan pemenang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Pasangan Joko Widodo-Yusuf Kalla dinobatkan menjadi pemenang pada pemilu kali ini dengan perolehan suara 53,15 persen dan pasangan Prabowo-Hatta sebesar 46,85 persen suara.

 

Sepert yang dilansir dari Antara, terdapat 5 faktor utama yang menyebabkan Jokowi dapat memenangkan pilpres kali ini, berikut adalah ulasannya.

 

1 Peran Media Sosial

Direktur lembaga pemantau media sosial Katapedia, Deddy Rahman, mengatakan kemenangan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla dalam Pilpres 2014 membuktikan peranan media sosial.

 

“Berdasarkan pengamatan sejak sebelum Pilpres dilangsungkan, Jokowi memang mengungguli Prabowo,” ujar Deddy di Jakarta, Rabu.

 

Deddy menilai media adalah suara hati rakyat, apa yang dikatakan media adalah hasil dari apa yang rakyat inginkan. Dan tim sukses Jokowi berhasil menggunakan media dengan baik.

 

2 Pencitraan Figur

Pengamat politik Universitas Jember, Jawa Timur, Agung Purwanto MSi, menilai figur calon presiden-calon wakil presiden nomor urut dua Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) menjadi kunci sukses kemenangan pada Pilpres 2014.

 

“Jokowi dikenal dengan tokoh yang merakyat dan melakukan advokasi pembangunan kerakyatan sejak menjadi Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta,” kata Agung. ”Sedangkan, JK dikenal dengan tokoh yang memiliki kinerja cekatan dalam menangani masalah.”

 

Pencitraan yang dilakukan di media membuay nama Jokowi semakin dikenal sebagai figur yang baik. Dan diakui Agung, Prabowo terlambat dalam hal pencitraan. Padahal saat ini masyatakat melihat sosok figur pemimpinnya bukan melihat apa visi misi yanh dibawa sang calon presiden.

 

3 Keberhasilan Kinerja

Pengamat politik Universitas Jember, Joko Susilo MSi, menilai kepercayaan masyarakat dan konsistensi keteladanan kepemimpinan yang merakyat pada sosok Jokowi menjadi magnet yang luar biasa untuk menarik simpati massa.

 

“Jokowi sebagai tokoh pejabat publik yang terdongkrak popularitas dan elektabilitasnya karena kinerjanya yang cukup baik dan media massa gencar memberitakannya,” kata Joko. ”Hal tersebut menjadi efek nyata untuk kemenangannya sebagai capres terpilih.”

 

Ia menjelaskan maraknya iklan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di sejumlah media massa tidak berpengaruh banyak untuk memengaruhi pilihan rakyat dan melejitkan popularitas Jokowi-JK pada Pilpres 2014.

 

“Publik melihat Jokowi dan JK dari ketokohannya selama menjadi pejabat negara dan kinerja mereka dinilai cukup baik dalam menjalankan tugasnya, sehingga kemenangan lebih ditentukan oleh figur capres dan cawapres yang disukai masyarakat,” ujarnya.

 

4 Low Profile

Rakyat Indonesia tampaknya tidak suka melihat sosok yang sok pintar dan sombong. Masyarakat sebaliknya suka melihat sosok sederhana dan merakyat yang melekat pada diri Joko Widodo.

 

Pengamat politik Universitas Jember, Joko Susilo MSi, menilai kepercayaan masyarakat dan konsistensi keteladanan kepemimpinan yang merakyat pada sosok Jokowi menjadi magnet yang luar biasa untuk menarik simpati massa.

 

“Jokowi orangnya tidak suka menunjukkan kelebihannya (low profile), namun tegas dalam bertindak dan hal tersebut menjadi cerminan kinerjanya selama menjadi Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta, sehingga saya sudah memprediksi sejak awal bahwa Jokowi-JK akan menjadi pemenang dalam Pilpres 2014,” paparnya.

 

Ia menjelaskan ketokohan Jokowi dan JK menjadi modal kuat untuk memenangi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014, meskipun Jokowi merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan JK pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

 

5 Programnya Realistis

Anggota DPRD Sumatera Selatan, HM Giri Ramanda N Kiemas, menyatakan kemenangan pasangan calon presiden-calon wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla pada Pemilu Presiden 9 Juli lalu karena tawaran programnya lebih realistis.

 

Giro mengatakan kemenangan pasangan capres-cawapres tersebut pada Pemilu Presiden 9 Juli lalu karena tawaran programnya lebih realistis dan memang untuk rakyat.

 

”Selain itu, Jokowi-JK dipilih karena memang rakyat ingin perubahan Indonesia yang lebih baik,” katanya. (anbf)

 863 total views

LEAVE A REPLY