Bersama Ulama Depok, JK Sharing Soal Islam di Indonesia dan Timur Tengah

0
245
JK dan Hasyim Muzadi

depoktren.com-Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla (JK) menutup Sarasehan Nasional Ulama Pesantren dan Cendikiawan di Pondok Pesantren Al Hikam, Beji, Depok. JK mengapresiasi peran Kyai Nahdatul Ulama (NU) yang bersama – sama memenangkan Jokowi – JK.

“Kampanye melelahkan sejak 2 bulan lalu, bagi kami masa – masa Pemilu sudah selesai. Sejak tanggal 22 saya katakan ke Pak Jokowi, bapak

JK dan Hasyim Muzadi
JK dan Hasyim Muzadi

sudah menjadi pemimpin 250 juta  orang, bukan lagi 70 juta yang mendukung kita. Bukan hanya mengurus yang mendukung kita tetapi mengurus bangsa ini, tanggung jawab sudah beralih. Harus berpikir apa yang kita lakukan kedepan,” tegasnya di Depok, Jawa Barat, Senin (1/9).

JK menambahkan diantara semua negara islam, atau mayoritas islam, tak banyak yang mendapatkan kedamaian, terkecuali Indonesia, Brunei, dan Malaysia damai. Negara Timur Tengah hampir seluruhnya tak pernah tak ada konflik.”Pakistan, Afganistan, Iraq, Mesir, Tunisia, Libia, Palestina kita sangat bersedih dan prihatin. Islam di Indonesia berbeda dengan Timur Tengah, kita tak berdasarkan kelompok, dibawa ulama sebagai pedagang,” paparnya.

Namun ia meminta agar peran ulama NU untuk ikut menjaga keutuhan bangsa sehingga tak terjerumus seperti negara timur tengah. JK mencontohkan Pemilu di Indonesia kemarin berlangsung damai dan kondusif. “Tentu memilukan negara Islam yang besar itu, begitu juga pemilu kemarin, diantara semua negara – negara berkembang. Pemilu terdamai di Indonesia, tak ada sampai korban tewas. Di Pakistan pemilu pun ada tembak, bom, kalaupun ada pertarungan konstitusional di MK, boleh terjadi. Hanya ada satu yang menang, bersyukur kami menjadi pemenang.  Didukung sebagian besar warga NU,” tutupnya.

JK mengungkapkan bahwa Indonesia menghadapi isu radikalisme dan ketidakadilan, serta kemiskinan. Kunci negara maju, kata JK, yakni penduduk yang besar, negara yang kaya, serta ilmu. “Sedikit ada gelombang di Indonesia, tapi tak seperti di Timur Tengah. Mereka tertawa sambil membom sesamanya. Di Pakistan masjid demi masjid di Bom, Iraq juga. Tapi di Indonesia tak selamanya aman tanpa menjaga pikiran, prilaku. Tugas kita semua sebagai warga dan pengasuh NU,” tandasnya. (ardian)

 655 total views

LEAVE A REPLY