Wakil Walikota Akui Pemkot Kurang Tegas

0
240

Depoktren.com—Banyaknya pelanggaran yang dilakukan kalangan pengusaha di Depok dinilai karena tidak tegasnya Pemerintah Kota Depok.

Lihat misalnya penataan pertokoan dan pusat perbelanjaan di kawasan Jalan Margonda dan beberapa ruas jalan lain di Depok, banyak yang melanggar garis sepadan jalan. Bahkan di Margonda program pelebaran jalan yang dilakukan sejak tahun lalu tidak berarti apa apa karena badan jalan dipakai sebagai tempat parkir.

Kemudian antara satu toko dengan toko lain tidak sama jaraknya dengan batas jalan sehingga penataan kawasan pertokpan di Jalan Margonda.

Sejak tahun lalu keluar lagi kebijakan dari Pemkot Depok agar semua pertokoan di kawasan Jalan. Margonda memundurkan lagi bangunannya sekitar 5 sampai 10 meter lagi untuk menambahan pelebaran jalan. Tapi keputusan itu banyak yang tidak dihiraukan pengusaha. ” Ya…kalau nanti disuruh mundur lagi…kita mundur…tapi ini masih tenang tenang saja. Belum ada yang mau munfur,” kata Ahmad salah seorang pemilik ruko di Margonda.

Banyak yang menilai keputusan walikota itu tidak diindahkan ┬ápengusaha karena Pemkot Depok tidak tegas. Benarkah pemkot tidak tegas? ” Kalau dibilang pemkot tidak tegas benar juga tapi yang lebih penting kesadaran dari masyarakat untuk nematuhi keputusan itu,” kata Wakil Walikota Depok Idris Abdul Shomad kepada Depoktren.com. Mestinya sejak tahun lalu para pemilik toko di Jalan Margonda itu sudah nemundurkan bangunannya tapi belum dilakukan. Sampai kapan kondisi itu dibiarksn ? Idris Abdul Shomad tidak bisa memastikan kapan penertiban itu bisa dilakukan secara tegas. (ds)

 589 total views

LEAVE A REPLY