Wali Kota Depok Tak Konsisten, Tak Ditindak Apartemen di Cinere Tanpa IMB

0
409
Seorang marketing dari Megapolitan Group sedang menjelaskan kepada konsumen tentang Cinere Terrace Suites di Marketing Gallery Megapolitan Group di Cinere, Depok
Seorang marketing dari Megapolitan Group sedang menjelaskan kepada konsumen tentang Cinere Terrace Suites di Marketing Gallery Megapolitan Group di Cinere, Depok
Seorang marketing dari Megapolitan Group sedang menjelaskan kepada konsumen tentang Cinere Terrace Suites di Marketing Gallery Megapolitan Group di Cinere, Depok

depoktren.com-Apartemen Cinere Terrace Suites Dibangun Tanpa Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), namun Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail “tutup mata” tidak menindak pelanggaran tersebut. Banyak pihak menyayangkan sikap Nur Mahmudi yang tidak konsisten menegakkan aturan, alias pilih kasih. Dugaannya karena manajemen Apartemen Cinere Terrace Suites memiliki hubungan kedekatan dengan penguasa nomor satu Kota Depok tersebut.

”Setahu saya, Apartemen Urbana Cinere yang ijinnya sudah lengkap tapi justru dihambat sedangkan Apartemen Cinere Terrace Suites belum ada ijin sama sekali. Itu “babeh” (Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail-red) yang langsung mengurusnya dan memberi garansinya,” ujar pejabat Dinas Tata Ruang dan Permukiman kota Depok yang tidak mau disebut namanya ini.

Setelah sukses dengan Cinere Bellevue Suites & Mall yang akan segera beroperasi pada pertengahan tahun 2014, Megapolitan Developments kembali meluncurkan masterpiece terbaru di kawasan CBD Centro Cinere, di atas lahan seluas 2,2 hektar, hunian vertikal terintegrasi dengan Cinere Terrace-Shopping Walk dan Terrace Food Garden berkonsep Outdoor Dining Area pertama di wilayah Cinere yaitu Cinere Terrace Suites.

Apartemen eksklusif yang berada dilokasi pusat perekonomian di wilayah Kota Depok yang berdekatan dengan Jakarta Selatan, hunian dengan konsep ‘one stop living’ di kawasan Super Blok Centro Cinere, Hunian yang mengkombinasikan kenyaman tempat tinggal dengan pusat perbelanjaan terbesar di wilayah Cinere

Apartemen ini terdiri dari 2 tower yaitu tower A & B, kedua tower ini memiliki 18 lantai di mana di tiap lantainya terdapat 15 unit (Tower A) dan 29 unit (Tower B) sehingga total unit dari kedua tower ini sebanyak 792 unit.

”Pertayaan Kami sekarang adalah mengapa Apartemen Terrace Suites itu bisa melakukan pembangunan bahkan pemasaran produk padahal seluruh administrasi perizinan bangunan gedung (izin prinsip, izin lokasi, IPR, Peil banjir, Amdal Lalin, Amdal LH, rekomendasi Damkar, Site plan, dan IMB) sesuai Peraturan Perundang-undangan yang berlaku, jelas-jelas tidak mereka kantongi atau miliki, bahkan pembangunan Apartemen dimaksud dibangun diatas lahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Depok,” tutur Cahyo Putranto, Ketua LSM Gelombang Depok, Senin (8/9).

Padahal, seperti diberitakan depoktren.com dan beberapa media nasional, Wali Kota Depok Nur Mahmudi mengatakan Pemkot Depok sementara waktu menunda perijinan pembangunan apartemen untuk mengkaji lahan yang dapat digunakan sebagai lahan ruang terbuka hijau (RTH). “Setelah kita kaji mana lahan yang digunakan untuk lahan terbuka hijau, kita akan buka lagi perijinan tersebut,” ujar Nur Mahmudi, di Balai kota Depok, Senin (8/9).

Nur Mahmudi mengatakan perijinan pembangunan apartemen hanya diistirahatkan sementara waktu. Perijinan pembangunan apartemen akan dibuka kembali setelah pemerintah Kota Depok mengkaji secara detail lahan mana saja yang menjadi RTH. “Jika di dekat RTH maka tidak akan diijinkan, apalgi kalau itu lahan fasos fasum,” terang Nur Mahmudi. (ardian)

 1,322 total views

LEAVE A REPLY