Bermasalah akan Diblacklist Pengusaha Pemondokan Haji dan Katering Haji

0
198

haji indonesiadepoktren.com-Kedatangan jamaah haji Indonesia tahun 2014 pada gelombang pertama di kota suci, terdapat beberapa catatan untuk dijadikan evalusi kedatangan jamaah haji gelombang II yang akan ke Madinah setelah puncak haji yakni diantaranya pemondokan haji dan catering haji yang tidak sesuai dengan kesepakatan yang tekag ditetapkan pihak Kementerian Agama (Kemenag).

”Kalau ada satu dua kendala di lapangan, ya kita akan segera tangani. Kemarin Irjen, Dirjen juga telah berangkat untuk memback up petugas di sana,” ujar Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Syaifudin seusai memberikan kuliah umum di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hamidiyah, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat (Jabar), Selasa (16/9).

Lukman yang menjelaskan, terkait permasalahan pemondokan haji yaitu, sikap majmuah atau penyedia hotel yang wanprestasi membuat pemondokan jamaah haji terlempar ke luar Markaziyah. Dia menegaskan akan memberikan sanksi secara tegas pada beberapa majmuah. ”Saya berjanji akan segera menanganinya di lapangan,” tegasnya.

Terlebih lagi, lanjut Lukman, bila dalam kontraknya tak bisa tempati markaziah akan dikenakan denda tiap jemaah 300 riyal. Kita akan lihat kontraknya, kalau tidak sesuai ya akan ditindak tegas. Dalam persoalan katering haji, terdapat beberapa perusahaan katering tidak memberikan makanan sesuai kontrak seperti, ukuranya yang kecil atau tidak sesuai kesepakatan. Jamaah haji mendapatkan makanan selama sembilan hari berada di Madinah.

Lukman menegaskan, bila menemui kendala tersebut pihaknya akan memberikan catatan dan evaluasi. Bahkan, bila kesalahannya tidak bisa dimaafkan  tidak menutup kemungkinan tahun depan bisa diblack list. ”Kita akan terus melakukan kajian dan pendalaman secara terus menerus. Kita akan verifikasi duduk permasalahannya apa,” paparnya.

Sebagaiamana diketahui, sejumlah persoalan masih muncul di tanah suci seperti, masalah pemondokan haji, dan katering haji yang masih terlambat dan sarana transportasi. (ardian)

 652 total views

LEAVE A REPLY