Ini Dia Bakal Calon Menteri Kabinet Jokowi-JK

0
161

 

 

Jokowi-JK1

depoktren.com—-Sejak Presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla mengumumkan kerangka struktur kabinetnya, sejumlah nama muncul ke permukaan untuk mengisi pos-pos kementerian. Nama-nama itu sangat berbeda dengan nama yang sudah beredar sebelumnya. Hanya saja, belum ada yang bisa memastikan apakah nama-nama itu benar atau tidak.

Tapi yang jelas, sejak kemarin sudah semakin mengerucut sejumlah nama meskipun ada beberapa nama yang agak diragukan, karena berasal dari anggota Koalisi Merah Putih. Kemudian nama-nama petinggi partai pengusung Jokowi-JK dan anggota Rumah Transisi , disebut sebut juga tidak masuk dalam jajaran kabinet, seperti Wiranto, Sutiyoso, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Hasto Kristiyanto, Akbar Faisal dan Andi Widjojanto .

Kalau memang tidak masuk, inilah pembuktian dari apa yang sudah disampaikan Jokowi sebelumnya, bahwa tidak akan ada bagi-bagi kursi dan anggota Tim Transisi tidak otomatis menjadi menteri.

Dua nama yang agak diragukan masuk dalam kabinet Jokowi-JK yakni nama Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso dan Fadel Muhammad. Djoko Santoso disebut sebut akan menduduki posisi Menko Polhukam . Padahal selama ini Djoko dikenal sebagai pendukung setia Prabowo Subianto. Bahkan untuk memenangkan Prabowo, sengaja dibuat posko khusus Djoko Santoso Center 328 di Imam Bonjol.

Tapi hal yang membuat itu masuk akal adalah kedekatan Djoko dengan Jokowi sebelum Pilpres berlangsung. Bahkan Djoko disebut sebut menjadi calon kuat wapres pendamping Jokowi ketika itu, karena sama sama dari kelompok Solo.

Begitu juga dengan Fadel Muhammad yang disebut sebut akan menduduki posisi Kementerian Pemberdayaan Desa. Fadel adalah Wakil Ketua Umum DPP Golkar yang jelas-jelas tulang punggung Koalisi Merah Putih. Mungkinkah Djoko Santoso dan Fadel bergabung ? Dalam politik tidak ada yang tidak mungkin, karena segala sesuatunya tidak ada yang pasti. Hari ini jadi teman, besok bisa menjadi lawan. Begitulah sebaliknya. Kalau ini benar-benar terjadi, apa kata Prabowo dan Golkar ? Tentu ini menjadi pertanyaan besar.

Kabarnya, tidak banyak menteri kabinet SBY yang akan bergabung dengan Jokowi. Informasi yang beredar menyebutkan hanya Dahlan Iskan , Marty Natalegawa dan Eko Prasodjo yang bakal masuk. Diplomat ulung Marty Natalegawa tetap akan menduduki pos Menteri Luar Negeri yang nantinya akan dibantu seorang wakil menteri, Sedangkan Dahlan akan diplot sebagai Menko Perekonomian. Eko menjadi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara.

Seperti disampaikan Jokowi dalam jumpa pers Senin (15/9), struktur kabinet terdiri dari 34 kementerian dan 18 kementerian akan diisi kalangan professional, sedangkan 16 kementerian akan diisi professional dari partai.

Dari kalangan professional muncul sejumlah nama dari kalangan kampus. Sebut misalnya Andrinov Chaniago, dosen UI sekaligus Direktur Eksekutif CIRUS Surveyors Group. Ada Faisal Basri, dosen UI yang juga salah satu pendiri Partai Amanat Nasional . Rhenal Kasali dan Avialiani juga dosen UI. Dari kalangan rektor, ada nama Pratikno, kini Rektor UGM. Kemudian Muhammad Anis (Rektor UI), Akhmaloka (Rektor ITB), Herry Suhardyanto (Rektor IPB), Anis Baswedan (Rektor Paramadina) dan Azyumardi Azra (Mantan Rektor UIN Syarif HIdayatullah)

Dari kalangan professional di luar partai beradar nama Din Syamsudin, Ilham Akbar Habibie, Fahmi Idris (Dirut BPJS Kesehatan), Said Didu (Mantan Sekretaris Kementerian BUMN), Jenderal (Purn) Budiman (Mantan KSAD), Artidjo Alkostar (Hakim MA), Bambang Widjojanto (Wakil Ketua KPK), Hariadi Kartodiharjo (Ketua Presidium Dewan Kehutanan Nasional), dan Bambang Susantono (Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia).

Sedangkan peofesional dari partai muncul nama Rini Mariani Soemarno (PDIP), Rokhmin Dahuri (PDIP), Khofifah Indar Parawangsa (PKB), Tjahjo Kumolo (PDIP), Soetrisno Bachir (Mantan Ketua Umum DPP PAN), Rieke Diah Pitaloka (PDIP), Maruarar Sirait (PDIP), Eva Kusuma Sundari (PDIP) dan Marwan Jafar (PKB).

Andrinov disebut sebut menjadi calon kuat Menko Kesra, menggantikan posisi yang kini dipegang Agung Laksono. Andrinov kabarnya mengalahkan Cak Imin, yang tadinya sangat santer akan menduduki pos basah ini. Kalau dilihat dari segi kedekatan, Andrinov sangat dekat dan sudah lama membantu Jokowi, yakni menjelang Pemilihan Gubernur DKI. Dalam setiap kesempatan, hampir dipastikan Andrinov lebih banyak seperti ‘’juru bicara’’ Jokowi. Sedangkan dengan Cak Imin, kedekatan itu baru terjadi menjelang Pilpres. Jadi, siapa dan apa posisi mereka itu, kita tunggu bulan depan. (ds)

 

 

 

 678 total views

LEAVE A REPLY