Nasib PKS Depok Tergantung Ditangan Nur Mahmudi

0
300

bendera PKSdepoktren.com-Pilkada Depok masih lama, tapi suhu politik depok sudah mulai menghangat dan menarik. Berbagai media baikcetak maupun online sudah ramai membicarakannya. Pilkada Depok kali ini memang menarik karena salah satu penyebabnya adalah Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail yang saat ini masih berkuasa.

Nur Mahmudi yang sudah memerintah selama 2 periode sehingga sesuai dengan peraturan yang ada Nur Mahmudi tidak bisa maju lagi untuk bertarung di Pilkada Depok 2015. Melihat fenomena demikian, maka tokoh-tokoh politik dari tingkat nasional maupun lokal merasa mempunyai kans yang sama jika merek amaju sebagaicalon Wali Kota Depok.

Bahkan beberapa tokoh masyarakat Depok sudah ada yang siap-siap maju untuk mengadu keberuntungan pada Pilkada Depok yang mulai bergong pada akhir Februari 2015.

Antusias memereka terlihat sekali dengan bertebarnya baliho maupun poster-poster di sudut-sudut jalan. Mereka sudah memasang baliho-baliho dan poster-poter tentang dirinya dan juga visi misi meskipun sangat singkat.

Terpampang jelas calon-calon pemimpin Depok tersebut baik melalui jalur partai politi kmaupun jalur independent. Semua berusaha menyapa masyarakat dengan senyum indahnya berharap mencarisimpati agar kelak pemilih akan mengingatnya ketika berada di bilik suara TPS.

Dari konstalasi politik yang terja di Depok, yang menarik bagi hekmat saya adalah keberadaan PKS. kenapa harus PKS dan bukan partai yang lain ataupun calon independent yang lain, Karena wali kota sekarang adalah mantan Presiden PKS yang notabennya adalah representasidari PKS.

Menurut Syarbani (2002:13), tumpuan kajian ilmu politik adalah upaya-upaya memperoleh kekuasaan, mempertahankan kekuasaan, penggunaan kekuasaaan, dan bagaimana menghambat penggunaan kekuasaan. Pendapat tersebut salahsatunya menjelaskan tentang mempertahankan kekuasaan.

Meskipun wali kota sekarang tidak bisa maju lagi dalam pilkada tahunepan, tapi PKS punya keinginan yang lebih kuat daripada partai yang lain. Hal tersebut menurut saya sangat lumrah karena PKS sudah 10 tahun menjadi partai penguasa pemerintahan di Depok.

Hal demikian terlihat jelas bagaimana PKS merupakan salah satu partai yang sangat serius dalam menghadapi pilkada tahun depan. Seperti yang diberitakan dimedia bahwa tanggal 31 Agustus 2014 PKS melakukan Pemira (Pemilihan Raya) yang dilakukan oleh kader-kader PKS untuk menentukan calon Wali kota Depokpreode 2015-2020 mendatang.

Jauh-jauh hari partai bulan sabit kembar ini sudah melakukan berbagai strategi untuk memuluskan menuju Depok satu. Sebagai penikmat ilmu sosial, menurut saya jika PKS ingin berkuasa lagi salah satu cara yang paling jitu adalah memaksimalkan peran Nur Mahmudi. Meskipun banyak faktor lain terkait Pilkada seperti figur yang diusung, mesin partai politik atau elemen yang mendukung (jalur independen), media massa dll.

Waktu yang tersisa harusnya mampu dimaksimalkan Nur Mahmudi membuat program-program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dan masyarakat benar-benar merasakannya. Terlepas dari kekurangnnya sebagai manusia biasa, kita harus mengakui juga banyak prestasi yang ditorehkan oleh pemerintahan Nur Mamhudi. Piagam dan penghargaan banyak diterima oleh Nur Mahmudi dan Depok pada umumnya. Pertanyaanya, apakah prestasi itu benar-benar dirasakan oleh masyarakat atau sekedar dirasakan oleh segelintir elit di pemerintahan Depok.

Menurut Teori Systematic Behavior, Clark C. Hull mengemukakan teorinya, yaitu bahwa suatu kebutuhan atau “keadaan terdorong” (oleh motif, tujuan, maksud, aspirasi, ambisi) harus ada dalam diri seseorang yang belajar, sebelum suatu respon dapat diperkuat atas dasar pengurangan kebutuhan itu. Kita sepakat bahwa masyarakat terus menerus belajar politik dan semakin cerdas terhadap politik.

Setiap kejadian akan dijadikan pertimbangan untuk memilih calon pemimpinnya. Kejadian-kejadian atau situasi sangat berharga dan juga bernilai sebagai kriteria penguat kenapa harus memilih pemimpin tersebut. Peran Nur Mahmudi harus mampu menciptakan stimulus yang positif sehingga masyarakat akan merespon dengan positif pula.

Akhir masa jabatan Nur Mahmudi sebagai wali kota Depok sangat siknifikan menentukan nasib partai yang dipimpin Anis Matta in. Stereotipe yang melekat pada Nur Mahmudi sangat melekat dengan PKS.
Tingkah laku Nur Mahmudi masih merepresentasikan PKS.

Kalau Nur Mahmudi mampu menyakinkan kepada masyarakat bahwa selama 10 tahun berkuasa adalah pemerintahan yang berhasil maka tidak menutup kemungkinan calon dari PKS akan berjalan dengan mulus menduduki kursi Depok satu. Tapisebaliknya, jika masyarakat tidak puas terhadap pemerintahan Nur Mahmudi selama 10 tahun ini, maka masyarakat akan menghukumnya dengan tidak memilih calon dari PKS dan mencari alternative yang lain yang dianggap mampu memperbaiki Depok yang lebih baik kedepan.

Stereotipe merupakan jalan pintas pemikiran yang dilakukan secara intuitif oleh masyarakat untuk menyederhanakan hal-hal yang kompleks dan membantu dalam pengambilan keputusan secara cepat seperti Pilkada yang akan dilakukan di Depok. Tapi semua (calon wali kota dari parpol atau jalur independent) masih memiliki peluang sama sehingga semua akan diserahkan ditangan masyarakat Depok.

Siapa yang dipilih oleh mayoritas masyarakat Depok, saya yakin adalah putra terbaik Depok yang akan mampu membangun Depok semakin maju. (Penulis: Erik Kurniawan/Pekerjaan: Guru PNS di SMPN 17 Depok
sekarang sedang melanjutkan studi S2 Pendidikan IPS-UPI Bandung)

 829 total views

LEAVE A REPLY