Awas!, Ternyata Carefour Depok Jual Mainan Anak-anak Yang Membahayakan Kesehatan

0
659

carefaourdepoktren.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melakukan razia pada mainan anak dan produk tak ber Standar Nasional Indonesia (SNI). Dalam inspeksi mendadak (sidak) gabungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan), dan Bagian Ekonomi Bapeda Depok dibantu Polresta Depok, Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) mendatangi pusat perbelanjaan di Carefour yang berada di Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat (Jabar), Kamis (25/9).

Hasil sidak tersebut ditemukan mainan anak dan produk tak ber-SNI. “Kali ini banyak temuan. Mulai dari produk yang penyok atau kemasannya rusak, buah-buahan yang busuk (jeruk, salak, jambu dan lain-lain), produk plastik tak berlabel bahasa Indonesia dan lainnya,” ujar Petugas Pengawas Barang dan Jasa (PPBJ) Disperindag Depok, Rini Susilayanti..

Menurut Rini, saat ini pihaknya sedang gencar melakukan sidak pada mainan anak yang tidak ber-SNI. Pasalnya, kebijakan tersebut berlaku sejak 11 Oktober 2013 dan masih meberikan toleransi sampai Oktober 2014.

Rini mengungkapkan, temuannya di Carefour Depok berupa kebijakan mobil-mobilan, pistol mainan, boneka dan lain-lain. Sedangkan, produk plastik dari luar dan polos harus berlabel bahasa Indonesia. Aturan tersebut berdasarkan pada Peraturan Menteri Perdagangan N0. 22/M/Dag/Per/5/2010. “Temuan kita pada produk tak ber-SNI seperti, helm, kompor dan lainnya. Untuk minyak goreng, tadi juga masih ada batas toleransi sampai tahun 2015,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Noerzamanti Lies menghimbau kepada orang tua agar lebih berhati-hati membelikan mainan kepada anaknya dan juga lebih memperhatikan anak saat memainkan mainan tersebut.

“Anak usia satu tahun rentan memasukan mainannya ke dalam mulut, maka orang tua juga harus bisa memilih mainan yang baik bagi anak,” imbuh Lies

Asisten Risprepention Manajer Carefour Depok, Umar mengklaim pihaknya telah melakukan pengawasan sesuai standar quality control secara berkala dan audit internal.  “Saya sendiri juga bingung, biasanya ada label kok tadi tidak ada. Temuan ini akan kita tarik dan hancurkan. Ini guna  antisipasi jangan sampai produk itu sampai ke konsumen. Kalau barang tak ber SNI ya kita tarik atau di return,” tutur Umar. (ardian)

 1,576 total views

LEAVE A REPLY