Pasar Cisalak segera Dibangun Kembali

0
240

20140925_094318depoktren.com—-Pasar Cisalak Depok yang terbakar pada 30 Mei tahun lalu, akan segera dibangun kembali. Pemda Kota Depok manargetkan pembangunan pasar tertua di Kota Depok itu bisa dimulai awal tahun  depan.

”Insya Allah awal tahun depan kita bangun kembali,” kata Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar (DKUP)  Kota Depok, A. Kafrawi kepada depoktren.com, Kamis (25/9). Pasar Cisalak itu nantinya akan dibangun 4 lantai dengan total anggaran sekitar 117 miliar yang berasal dari dana APBD Depok.

Sebagai informasi, kebakaran yang melanda Pasar Cisalak pada 30 Mei 2013 menghanguskan sekitar  332 kios di Blok A. Sejak itu, otomatis yang bisa ditempati pedagang sebagai tempat berjualan hanya Blok B meskipun dengan kondisi apa adanya.

Kafrawi belum  bisa memastikan berapa daya tampung pasar Cisalak itu kalau sudah jadi. Tapi yang jelas, pasar itu tidak hanya akan menampung pedagang pasar Blok A yang hangus terbakar, tapi juga akan menampung pedagang yang kini berjualan di Jalan  Haji Ohan dan Jalan Koja.

Pembangunan pasar Cisalak di atas lahan seluas 1,8 hektar itu akan disesuaikan dengan ketentuan yang diatur dalam Permendag No 48 tahun 2012 dan Permendagri No 20 tahun 2012 yang mengatur persyaratan sebuah pasar tradisional harus bersih, sehat, aman dan nyaman. ” Sekarang pembangunan pasar tradisonal sudah harus rapi, bersih, sehat, aman dan nyaman. Tidak boleh lagi ada kesan pasar tradisional sebagai pasar yang becek dan bau,” kata Kafrawi didampingi Kabid Pasar DKUP, Supomo.

Depok kini mememiliki 11 pasar tradisional, 5 diantaranya yang dikelola oleh Pemkot Depok.Sisanya yang 6 pasar lagi dikelola oleh pihak swasta. Kafrawi mengakui dari 5 pasar tradisional yang ada , baru satu yang sudah memenuhi Permendag dan Permendagri tahun 2012 yakni Pasar Sukatani. Sisanya, yakni Pasar Agung, Pasar Tugu, Kemiri Muka dan Cisalak masih merupakan pasar lama, yang sudah berdiri sebelum Kota Depok ada. Luas lahan pasar itu berkisar antara 3.000 meter sampai 1,8 ha.

Pasar becek dan menimbulkan bau yang tidak enak , kata Kafrawi tergantung pada infrastruktur fisik pasar itu. Pasar yang dibangun tambal sulam dan tanpa perencanaan yang matang, akan berkembang menjadi pasar yang tidak enak, tidak nyaman, dan tidak aman. ”Pembangunan pasar melalui pendekatan infrastruktur itu sangat penting,” kata dia.

Ketika ditanya kapan semua pasar tradisional itu akan dibenahi sesuai Permendag dan Permendagri, menurut Kafrawi saat ini Pemkot Depok konsentrasi pembangunan pasar di daerah-daerah yang belum memiliki pasar sama sekali. Dari 5 pasar yang ada, lokasinya terkonstrasi di tengah kota.

”Idealnya setiap kecamatan ada 1 pasar tradisional yang benar-benar menjadi pasar lingkungan,” kata Kafrawi. Depok saat ini terdiri dari 11 kecamatan, tapi pasar tradisionalnya baru ada 5. Itupun lokasinya terkonsentrasi di tengah kota.  Untuk menyiapkan pasar  di semua wilayah,  dibutuhkan waktu yang cukup panjang, paling tidak bisa sampai tahun 2025.

Tahun depan, kalau tidak ada permasalahan lahan, Pemkot Kota Depok  akan membangun pasar tradisional di Bendahan, Sawangan, yang merupakan wilayah Barat Depok seluas 3.000 – 5.000. ” Kita berharap akhir tahun ini pembebasan lahannya sudah selesai, supaya segera bisa dibangun tahun depan,” kata dia. (ds)

 

 

 

 

 709 total views

LEAVE A REPLY