Wayang Goes To Campus UI Dapat Sambutan Mahasiswa

0
200

wayang-tu-kampus-ui-595x396depoktren.com-Komunitas Wayang UI (KWUI) menggelar acara bertajuk Wayang Goes To Campus (WGTC) 2014 yang berlangsung selama seminggu dimulai sejak tanggal 23-27 September 2014. Pembukaan acara berlangsung di Balairung Universitas Indonesia (UI), Depok, Jum’at (26/09/2014).

Acara ini diusung sebagai wujud komitmen dalam upaya melestarikan kebudayaan tradisional. Selain itu, bentuk kepedulian terhadap wayang juga ditunjukkan dengan gagasan pemberian gelar kehormatan Makara Utama UI kepada penggiat dan pelestari budaya wayang, yang telah berkontribusi dan berjasa di dunia budaya tradisional Indonesia dan luar negeri.

Dalam WGTC kali ini panitia mengambil tema “Wayang dan Kepemimpinan” yang memang bertepatan dengan euforia peralihan kepemimpinan nasional. Tema tersebut disajikan dalam berbagai pertunjukan wayang di WGTC serta pameran, sarasehan, workshop dan juga bazar. Pertunjukkan wayang yang akan digelar antara lain wayang kulit, wayang orang, wayang golek, wayang Potehi, dan wayang Tavip. Dalang kondang seperti Ki Manteb Soedharsono dan Ki Begug Poernomosidi, serta dalang cilik De Tira (Yudistira Manunggaling Rahmaning Hurip) turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Sedangkan untuk area bazar menghadirkan berbagai produk kerajinan nasional dan berbagai workshop tentang dunia perwayangan seperti menatah wayang, membuat wayang dari plastik, dan membuat berbagai kerajinan dari kain bekas atau perca. Sementara itu, selain kegiatan pameran wayang, juga diisi dengan pameran keris, batu mulia nusantara, dan pameran lukis.

Pada puncak acara, Sabtu (27/9/14) nanti akan disajikan pergelaran Wayang Kulit Wonogiri yang akan dibawakan oleh enam dalang sekaligus dalam satu panggung, yaitu Ki Begug Poernomosidi, Ki Widodo Wilis, S.Sn, Ki Sura Agul Agul, Ki Eka Sunarsono, S.Sn, Ki Sigit Mursitas, S.Sn, dan Ki Narta Gunas Wiyono, dengan lakon “Semar Membangun Kayangan”.

Raymond Michael Menot, ketua Pelaksana WGTC, menilai bahwa wayang memiliki nilai seni serta muatan cerita yang sejalan dengan nilai kepribadian bangsa dan mengandung ajaran-ajaran hidup berkemanusiaan yang relevan sepanjang zaman. “Diharapkan, dengan adanya WGTC 2014 dapat mendekatkan wayang ke lingkungan kampus dan dapat membangun budi pekerti para pemuda dalam rangka meningkatkan kecerdasan baik intuisi, perasaan, emosi, nalar maupun naluri,” pungkas Raymond. (ardian)

 424 total views

LEAVE A REPLY