Shahnaz Haque: Divonis Kanker Ovarium, Lalu Mencegahnya Menjaga Pola Makan

0
1051

shanaz haquedepoktren.com-Pada tahgun 1998, artis dan pembawa acara Shahnaz Haque (41 tahun) didiagnosis dokter terkena kanker ovarium. Setahun kemudian, Shahnaz mengambil sikap menjalani operasi. Setelah itu, Istri drummer Gilang Ramadhan ini pun akhirnya bertekad sembuh dengan sangat menjaga pola makannya. “Di rumah saya masak langsung, jarang beli,” kata Shahnaz seusai acara workshop bertema “Deteksi Dini Kanker Payudara dan Kanker Rahim/Serviks” yang diselenggarakan Bidang Promosi Kesehatan (Promkes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang berlangsung di ruang Teratai Balai Kota Depok, Jawa Barat (Jabar), Kamis (2/10).

Menurut Wanita yang kini menjadi Survivor Kanker Ovarium, kanker ovarium yang dialaminya karena ada faktor keturunan. Sebab, dari keluarganya atau sang suami memang ada beberapa anggota yang mempunyai riawayat kanker. Usai menjalani operasi, otomatis wanita kelahiran Jakarta, 1 September 1972 ini hanya memiliki satu ovarium. Padahal, dua tahun pasca operasi ia menikah dengan Gilang. Nah, saat itu, diakui Shahnaz yang ia takutkan bukanlah tidak bisa mempunyai anak tetapi justru bagaimana jika nanti dirinya meninggal.

”Wanita dengan satu ovarium kan masih bisa hamil asalkan bisa menghasilkan telur. Tapi justru karena di keluarga itu kebanyakan meninggal karena kanker jadi itu yang saya takutin,” tutur Shahnaz berkisah.

Saat ini, diibaratkan Shahnaz, kanker ovarium yang ia alami dibuat ‘tidur’. Jika ada katalisator barulah sel kanker itu bisa ‘hidup’ kembali. Maka dari itu, adik Marisa Haque ini harus menjaga pola makan dengan ketat dan tetap rutin berolahraga. Lalu, setiap satu tahun sekali ibu tiga anak ini melakukan pemeriksaan setiap tanggal 1 September.

Wanita yang juga sering mendampingi wanita-wanita yang terdeteksi dini kanker ovarium mengungkapkan kebanyakan dari mereka saat terdeteksi malah pergi ke pengobatan alternatif karena takut operasi. Meski demikian, bukan berarti ia anti terhadap pengobatan alternatif. ”Pengobatan yang bukan kimia kan perlu waktu yang lebih lama sedangkan kalau kita kena kanker ibaratnya kita berpacu sama waktu. Kalau takut dioperasi karena masalah biaya, justru biaya di belakang itu lebih mahal lho,” pungkasnya. (ardian)

 2,485 total views

LEAVE A REPLY