Kota Depok Telah Miliki 10 corak batik khas Depok

0
587
Kota Depok Depok sudah meluncurkan 10 corak batik khas Depok sebagai warisan budaya dan sudah dihak patenkan
Kota Depok Depok sudah meluncurkan 10 corak batik khas Depok sebagai warisan budaya dan sudah dihak patenkan
Kota Depok Depok sudah meluncurkan 10 corak batik khas Depok sebagai warisan budaya dan sudah dihak patenkan

depoktren.com-Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB UNESCO telah menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia. Sejak 2009, pemerintah telah menetapkan 2 Oktober sebagai hari Batik Nasional.

Tanggal ini selain diperingati sebagai hari Batik Nasional, UNESCO menetapkannya sebagai hari Batik Sedunia. Manurut UNESCO dalam situs resminya, batik Indonesia memiliki banyak simbol yang bertautan erat dengan status sosial, kebudayaan lokal, alam dan sejarah itu sendiri. Batik dinilai sebagai identitas bangsa Indonesia dan menjadi bagian penting seseorang sejak lahir hingga meninggal dunia.

Menurut Sri Ayu Rahayu, Wakil Ketua IV PKK, Kota Depok Depok sendiri sudah meluncurkan 10 corak batik khas Depok sebagai warisan budaya dan sudah dihak patenkan. Semua motif batik memiliki makna yang tentunya berbeda sesuai dengan “kekhasan” yang ingin ditampilkan. Umumnya motif dan corak batik Depok mengandung simbol-simbol Kota Depok dan ikon Kota Depok. Seperti, motif ikan hias (manfish), yang memang khas berasal dari Kota Depok utamanya di daerah Kecamatan Sawangan, dan motif Belimbing, karena Belimbing sebagai ikon Kota Depok.

Kekhasan Batik Depok didominasi oleh simbol-simbol Kota Depok seperti lambang Kota Depok Paricara Dharma, Gong si Bolong, Topeng Cisalak, tanaman hias, ikan hias, dan lain sebagainya. Bila dilihat dari segi warna dasar, ke-10 motif batik tersebut berwarna kuning keemasan, merah marun, oranye, biru, dan biru tua, yang melambangkan suatu kewibawaan, keteduhan, ketenangan, dan keberanian. Bila dilihat dari segi motif dan simbol, ada beberapa macam yaitu Paricara Dharma merupakan semboyan Kota Depok yang merupakan amanah semua komponen masyarakat Depok, mengutamakan pengabdian yang baik, benar, dan adil.

Untuk motif batik yang ke-11, dinamakan batik ODNR karena bermotif berbagai varian karbohidrat yang dapat dikonsumsi sebagai pengganti nasi dan memiliki indeks glikemik yang rendah, seperti jagung, kentang, singkong, ubi, talas, dan sagu. Dalam motif batik ini, menyiratkan bahwa karbohidrat itu tidak selalu berasal dari padi.

Terkait hari Batik yang jatuh 2 Oktober, Ayu pun menyambut baik hal itu dan mendukungnya dengan mengenakan batik. Hari Batik merupakan hari yang bersejarah khususnya bagi orang Indonesia karena cikal bakal batik itu adanya di Indonesia, walaupun negara lain udah ngaku-ngaku. “Batik harus tetap dilestarikan sampai ke anak cucu kita nanti,” ujar Ayu, yang pernah menjadi Ketua Lomba Pembuatan Corak Batik Depok ini.

Ia berharap, Batik khas Depok khususnya akan terus berinovasi dan melahirkan karya batik yang tidak ternilai harganya.Karena bangsa yang hebat adalah bangsa yang menghargai budayanya sendiri. (riz)

 1,103 total views

LEAVE A REPLY