Sebagian Hewan Kurban tidak Boleh Dipotong

0
235
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Depok Abdul Haris sedang memeriksa daging hewan kurban.

A. Haris _3 _ID_ (y)_030838(1)depoktren.com—-Ternyata sebagian hewan yang dijual para pedagang di wilayah Kota Depok, terutama Sapi dan Kambing banyak yang tidak layak dijadikan sebagai hewan kurban karena dalam kondisi sakit dan belum cukup umur. Hingga Jumat lalu misalnya, dari 18.000 ekor ekor hewan kurban yang sudah diperiksa tim Dinas Pertanian dan Perikinan (Distankan) Kota Depok, sekitar 1.200 diantaranya tidak boleh dipotong sebagai hewan kurban.

”Kita sudah ingatkan pedagangnya, bahwa hewan-hewan yang dalam keadaan sakit dan belum cukup umur tidak boleh dijual sebagai hewan kurban, apalagi dipotong sebagai hewan kurban,” kata Kepada Dinas Pertanian dan Perikananan Kota Depok Abdul Haris kepada depoktren.com, tadi siang (5/10).

Hewan-hewan kurban yang tidak boleh dipotong itu, antara lain karena cacat, kondisinya sangat kurus, mengalami sakit ringan dan umurnya kurang. Sebagai informasi, kebutuhan sapi untuk Kota Depok selama ini dipenuhi dari kota-kota lain seperti Bali, Jawa Timur, NTT dan NTB.  Transaksi jual beli hewan itu dilakukan oleh sekitar 150 pedagang besar di Depok.

Haris sebagai kepala dinas juga tampak turun langsung ke lapangan untuk mengecek kodisi hewan-hewan yang akan disiapkan sebagai hewan kurban. Tadi siang Haris tampak ikut langsung memeriksa daging kurban di Masjid Al Fauzin Komplek Pesona, Kota Depok.

Menjelang pelaksanaan kurban, Distankan sudah menurunkan  5 tim yang masing masing terdiri dari 5 orang ke lapangan melakukan pemeriksaan terhadap hewan-hewan kurban. Kemudian pada hari H pelaksanaan kurban, yakni mulai hari ini,  tim itu dibantu 70 orang mahasiswa kodokteran hewan IPB Bogor dan 14 orang dokter hewan dari Kementerian Pertanian.

Sampai sore ini, Haris belum mendapat laporan bagaimana hasil pemeriksaan terhadap hewan-hewan kurban yang sudah dipotong pada sejumlah tempat pemotongan se Kota Depok. ”Kita belum dapat laporan, karena prosesnya masih berjalan,” kata Haris. (ds)

 

 775 total views

LEAVE A REPLY