Mayang Prasetyo Dibunuh Karena Masalah Ini?

0
147
Foto: facebook mayang prasetyo

depoktren.com –

Motif pembunuhan dan mutilasi terhadap Warga Negara Indonesia Mayang Prasetyo di Brisbane, Australia, masih gelap.

Diketahui, Mayang yang seorang transgender dimutilasi oleh suaminya, Marcus Peter Volke (28), warga negara Australia.

Mayang semasa hidup dikenal sebagai sosok temperamental. Hal ini dituturkan ibunda Mayang, Nining Sukarni. Dalam sebuah wawancara eksklusif denganCourier-Mail, Nining menyatakan, Mayang seorang yang pencemburu dan temperamental. Bahkan, Nining pernah mewanti-wanti supaya Mayang tidak bertengkar. 

Keterangan ibunda Mayang itu memiliki kemiripan dengan analisa psikolog Sani B. Hermawan. Saat dihubungi Metrotvnews.com, Selasa (7/10/2014), Sani mengungkapkan, di antara banyaknya kasus pembunuhan pasangan sesama jenis, mereka rata-rata memiliki motif serupa, yakni karena terbakar rasa cemburu.

Selain itu, masalah keuangan atau harta juga kerap mendorong kaum LGBT gelap mata membunuh pasangan.

Ditinjau dari aspek psikologis, ada dua alasan mengapa pasangan LGBT memiliki rasa posesif tinggi dan mudah tersulut emosi.

1. Faktor lingkungan
Belum adanya dukungan dari lingkungan terhadap para LGBT, membuat mereka menjadi waspada dan sensitif secara emosional. “Mereka (kaum LGBT) adalah kaum minoritas. Di Indonesia terutama, hubungan sesama jenis dan fenomena transgender merupakan hal yang masih dianggap tabu. Itulah mengapa mereka menjadi sangat sensitif secara emosional,” ujar Sani.

2. Khawatir ditinggal pasangan
Jumlah LGBT tentu saja tak sebanyak manusia dengan orientasi seks normal. Ini menyebabkan mereka begitu khawatir akan ditinggal pasangan. “Mereka yang punya orientasi seks menyimpang, biasanya lebih takut kehilangan pasangan dibandingkan dengan orang yang berorientasi seks normal. Ini berkaitan dengan jumlah mereka yang lebih sedikit. Kalau kita (orang dengan orientasi seks normal) ditinggal pasangan, kan banyak penggantinya. Kalau mereka, enggak mudah menemukan pasangan baru. Ya mungkin ada, tetapi untuk bisa cocok secara emosional belum tentu,” jelas Sani.

Kasus Mayang bukanlah yang pertama. Sebelumnya, di Indonesia juga pernah terjadi kasus pembunuhan pada pasangan LGBT. Sebut saja, kasus Rudianto yang mencuat Agustus tahun lalu. Pria asal Batam ini dibunuh dan dibakar pasangan sesama jenis. Nasib serupa pun menimpa Heri Santoso, 2008 silam. Bedanya, Heri dimutilasi oleh kekasih sesama jenisnya. 

(metrotvnews.com)

 944 total views

LEAVE A REPLY