Promkes Dinkes Depok Gelar Workshop Pentingnya Deteksi Dini Kanker Servicks

0
386

ira dan promkes1depoktren.com- Bidang Promosi Kesehatan (Promkes), Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menggelar acara Workshop Kanker Payudara dan Kanker Servicks di Aula Balai Kota Depok, Kamis (02/10/2014). Acara yang baru pertama kali digelar Promkes Dinkes Depok ini rencananya akan dilaksanakan secara rutin, mengingat penyakit ini sangat rentan menyerang semua lapisan masyarakat.

Workshop itu menghadirkan 4 pembicara terkemuka yakni dr Lula Kamal, Shahnaz Haque, Ira Wibowo dan dr. Irene dengan tema berbeda. Luna, artis yang juga  seorang dokter itu berbicara soal kanker mulut rahim.  Shahnaz bicara soal kanker ovarium, sedangkan dr.Irene, Sp.Og bicara tentang kanker serviks dan penyakit HPV lainnya.

Acara  yang diselenggarakan secara gratis ini berlangsung 2 hari, Kamis (2/10/2014) dan Jumat (3/10/2014) itu dibuka oleh Asisten Tata Praja, Dudi Mi’raz kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Dinkes Pemkot Depok, dr. Noerzamanti Lies Karmawati, M.Kes.

Kegiatan itu diikuti lebi dari 300 peserta, antara lain dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Depok, YKI Kecamatan, TP PKK Kota Depok, TP PKK Kecamatan, TP PKK Kelurahan, Puskesmas, Dinas Kesehatan, OPD Lingkungan Pemkot Kota Depok, Organisasi Masyarakat dan Organisasi Profesi. Selain workshop,juga diadakan pemeriksaan papsmear secara gratis selama dua hari bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

”Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama dikalangan wanita, karena mereka mendapat ilmu bagaimana mendeteksi penyakit kanker payudara dan kanker servicks, secara dini, ” ujar Kepala Dinkes Pemkot Depok, dr. Noerzamanti Lies Karmawati, M.Kes.

Menurut Lies—panggilan Noerzamanti Lies Karmawati,  berdasarkan data dari UPT Jamkesda dalam 3 tahun terakhir kelihatan bahwa kanker payudara (Ca Mamae) termasuk 10 besar penyakit yang diderita oleh peserta Jamkesda. Ditahun 2013 terdapat 147 kasus Ca Mamae dan 38 kasus kanker rahim/serviks (Ca Cervix).

Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes) Dinkes Pemkot Depok, Intan Yustisiawati mengatakan workshop dan pemeriksaan papsmear secara gratis itu dimaksutkan untuk mengajak peran serta masyarakat supayalebih peduli danmemahami cara pencegahan dan deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks. “Kita ingin menggugah kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan kita sebagai wanita,” kata Intan.

 

Dalam paparannya, dr. Lula Kamal menjelaskan kanker serviks bersumber dari virus yang tumbuh di lapisan kulit kelamin baik laki-laki maupun perempuan.  “Faktor resiko kanker serviks belum diketahui secara pasti, namun kurang lebih 90% diduga penyebabnya adalah virus papiloma manusia (HPV),” ujar dr Lula.

Lebih jauh, dokter cantik ini menjelaskan kebanyakan wanita Indonesia terutama yang berada di daerah, kurang paham akan arti hidup sehat. Apalagi, mengenai kepekaan mengenali penyakit sejak dini.  ”Karena rata-rata mereka merasa takut ketika berniat untuk chek up. Mereka setelah diperiksa, berbagai penyakit akan terdeteksi semua. Padahal itu semua salah besar. Dengan seringnya memeriksakan kesehatan, gejala penyakit yang tidak bisa terlihat dan dirasa bisa didiagnosa,” ujar wanita kelahiran Jakarta, 10 April 1970 ini.

Menurut Lula, penyakit yang banyak menghantui wanita saat ini adalah kanker terutama kanker payudara dan kanker rahim/serviks. ”Untuk itu saya sarankan kepada para wanita untuk segera mendeteksi sejak dini kanker payudara dan kanker rahim/serviks,” terang  mantan None Jakarta 1990 ini.

Lebih jauh Lula mengutarakan, mengenai arti pentingnya wanita menjaga kesehatan terutama setelah menikah. ”menjadi cantik, sehat dan bugar adalah idaman semua wanita, tapi kesehatan yang utama. Untuk menjaga semua itu, hal mendasar yang perlu disadari pertama kali adalah apakah wanita itu sendiri sehat atau tidak. Tidak hanya jasmani tapi juga rohani. Untuk itu, pola hidup sehat, kenali penyakit sesuai usia, periksa kesehatan berkala serta jauhi stres dan dekatkan diri pada Tuhan merupakan kunci utama menjadi sehat” tutur wanita yang mnempuh studi S-2 di King’s College di London mengambil bidang rehabilitas narkoba dan adiksi.

Menurut Lula, ada beberapa faktor resiko yang menyebabkan wanita terkena kanker. Di antaranya merokok, tidak memiliki anak, tidak menyusui, faktor keturunan, terpapar banyak zat penyebab kanker, menstruasi terlalu dini, menopause terlalu tua serta stress. ”Walaupun sudah banyak metode pengobatan, namun ada baiknya semua itu dihindari dengan rutin menjaga dan memeriksa. Dan pemeriksaan kesehatanpun tidak perlu mahal,” pungkasnya.

Sementara itu, Shahnaz Haque menceritakan bagaimana dia didiagnosis dokter terkena kanker ovarium. Setahun kemudian, Shahnaz mengambil sikap menjalani operasi. Setelah itu, Istri drummer Gilang Ramadhan ini pun akhirnya bertekad sembuh dengan sangat menjaga pola makannya. “Di rumah saya masak langsung, jarang beli,” kata Shahnaz yang tampil memyampaikan testimoni Ca Survive.

Menurut Shahnaz dia menderita kanker ovarium karena ada faktor keturunan. Sebab, dari keluarganya atau sang suami memang ada beberapa anggota yang mempunyai riwayat kanker. Usai menjalani operasi, otomatis wanita kelahiran Jakarta, 1 September 1972 ini hanya memiliki satu ovarium. Yang ditakutkan Shahnaz bukanlah tidak bisa mempunyai anak tetapi justru bagaimana jika nanti dirinya meninggal.

 

Saat ini, diibaratkan Shahnaz, kanker ovarium yang ia alami dibuat ‘tidur’. Jika ada katalisator barulah sel kanker itu bisa ‘hidup’ kembali. Maka dari itu, adik Marisa Haque ini harus menjaga pola makan dengan ketat dan tetap rutin berolahraga. Lalu, setiap satu tahun sekali ibu tiga anak ini melakukan pemeriksaan setiap tanggal 1 September.

Shahnaz menyebut, banyak dari wanita yang terdeteksi itu malah pergi ke pengobatan alternatif karena takut operasi. Meski demikian, bukan berarti ia anti terhadap pengobatan alternatif. ”Pengobatan yang bukan kimia kan perlu waktu yang lebih lama sedangkan kalau kita kena kanker ibaratnya kita berpacu sama waktu. Kalau takut dioperasi karena masalah biaya, justru biaya di belakang itu lebih mahal lho,” pungkasnya.

Sedangkan artis Ira Wibowo mengajak peran serta masyarakat dalam pencegahan kanker servicks dan kanker payudara. ”Sebaiknya para wanita melakukan pemeriksaan sendiri secara dini. ”Lakukanlah konseling kanker servicks dan kanker payudara dan SADARI (Periksa Payudara Sendiri),” pinta artis yang kini menjadi Duta Kanker Indonesia. (advetorial)

 

 1,306 total views

LEAVE A REPLY