Ahok Setuju Pelaku Anarkis Ditembak Mati

0
147

depoktren.com—–ahok-150x150Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Sujarno menantang para anggota reserse bertindak tegas menghadapi pelaku anarkis. Jika memang langkah tembak di tempat diperlukan, maka hal itu harus dilakukan oleh personel reserse yang sedang bertugas di lapangan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) setuju dengan pernyataan keras Brigjen Sujarno. Menurutnya, para pelaku anarkis harus dibuat kapok.

“Saya sepakat dengan Pak Wakapolda, jadi bukan saya bilang mau tembak-tembak saja. Kadang-kadang mesti dilumpuhkan, supaya orang kapok. Kadang-kadang saya suka iseng nanya ke polisi, orang demo kok enggak ketembak-tembak sih? Katanya abis protapnya, disemprot gas air mata sama air juga sudah mundur,” kata Ahok saat menghadiri acara ‘Revitalisasi Kring Serse’ Ecopark, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (14/10).

Ahok pun merasa santai jika dituding melanggar hak asasi manusia (HAM). Sebab menurutnya tak adil jika selama ini para pelaku anarkis selalu merasa menjadi korban kepolisian padahal mereka sendiri yang berulah tak mau diperingatkan.

“Nah, itu yang selalu saya katakan. Kalau kita yang jadi korban, dianggap tugas, tapi yang anarkis jadi korban, dia bilang melanggar ham. Makanya saya bilang, hamburger apa? Yang bener aja!” ujarnya.

Mantan bupati Belitung Timur ini juga mengaku pernah ditanya seorang penggiat HAM tentang bagaimana soal HAM di Jakarta. Ahok hanya menjawab sederhana dengan berusaha memakmurkan 10 juta warganya agar hidup bahagia.

“Saya jawab sederhana. Saya ingin 10 juta orang di DKI ini, kepalanya, perutnya, dompetnya penuh. Dia sekolah, terdidik, rohaninya baik, seni, bahagia baik, perutnya penuh dan sehat, dompetnya pun punya daya beli yang baik.”

“Tapi kalau ada 1.000-2.000 orang yang akan mengancam nyawa 10 juta ini, dan ketika saya peringatkan dia tidak ikut, saya akan perintahkan bunuh di tempat! Sekalipun ada TV menyorot,” kata dia.

Sumber: Merdeka.com

 391 total views

LEAVE A REPLY