Lanjutan Optimalisasi PPDB Ditengarai “Bangku Diperjualbelikan”, Pihak Berwenang Sudah Bertindak

0
221
Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Depok, Herry Pansila
Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Depok, Herry Pansila
Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Depok, Herry Pansila

depoktren.com-Sebanyak 1.294 bangku sekolah ditengarai diperjualbelikan yang sudah bisa juga dikatakan adanya pembiaran gratifikasi oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan menggeluarkan kebijakan Optimalisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2014 melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok no. 421/Disdik Tahun 2014.

”Kebijakan Optimalisasi PPDB yang dikeluarkan Disdik Pemkot Depok telah melanggar Petunjuk Teknis PPDB 2014/2015 yang dikeluarkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud),” ujar Amas Famas, mantan guru dan kepala sekolah negeri di Depok ini, saat dihubungi depoktren.com, Selasa (14/10).

”Saya mendukung penuh untuk segera diungkap kisruh pungli PPDB yang mencapai miliaran rupiah ini,” harap Anas yang juga aktif sebagai Dewan Pakar Lembaga pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Depok. ”Pungli Optimalisasi PPDB di Depok ini sangat tidak mendidik,” tegas Amas yang berharap juga pihak berwajib dalam hal ini Kejaksaan, Kepolisian bahkan KPK untuk mengusut tuntas agar tidak terjadi lagi pembiaran pungli PPDB ini.

Menurut Amas yang juga Wakil Ketua Assosoasi Kepala Sekolah Indonesia (Apsi) Jawa Barat (Jabar) mengutarakan tidak setuju dengan kebijakan Optimalisasi PPDB ini yang rawan dengan praktek pungli. ”Janganlah mengorbankan anak-anak sekolah, guru dan kepala sekolah,” terangnya yang mengungkapkan kebijakan Optimalisasi PPDB di Depok ini juga dijadikan alat negoisasi pihak-pihak atau oknum tertentu yang melibatkan Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Depok dan jajarannya.

Menurut data yang diperoleh hasil rekapitulasi data PPDB tingkat SMA se Kota Depok tahun ajaran 2104/2015 yakni Jumlah selisih termasuk alokasi untuk Siswa Miskin (20%), sehingga jika diasumsikan 20% terisi semua, maka total siswa miskin & Anak Kebutuhan Khusus (ABK) = 20% dan total siswa yang diseleksi melalui Jurnal nilai UN = 80%, maka Total Siswa Miskin & ABK = 20% x (100/80) berarti 1.976 = 494 siswa. Sehingga yang melalui Jalur Optimalisasi = 1.788 – 494 = 1.294 siswa.

”Konon saat ini sedang dan akan diperiksa oleh pihak Kejaksaan Negeri Depok dan Polres Depok yakni SMAN 3, SMAN 4, SMAN 5, SMAN 6, SMAN 7, dan SMAN 8,” ungkap Amas. (risjadin)

 722 total views

LEAVE A REPLY