Pesawat Menlu Jerman sempat Hilang di Wilayah Udara Kalimantan

0
569

depoktren.com—–– Menteri Luar Negeri Jerman, Frank-Walter Steinmeier, memang sudah menyelesaikan kunjungan kenegaraannya ke Jakarta. Namun, perjalanannya menuju ke Jakarta dari Ibu Kota Korea Selatan, Seoul, ternyata menyisakan cerita menegangkan.

pesawat Jerman
Laman Russia Today edisi akhir pekan lalu melaporkan pesawat kenegaraan yang digunakan Steinmeier sempat menghilang dari radar saat terbang di wilayah udara Pulau Kalimantan. RT mengutip cerita ini dari harian Jerman, die Bild-Zeitung, yang menyebut hal tersebut sempat membuat panik para pejabat di Gedung Kedutaan Besar Jerman di Jakarta.
Kejadian bermula ketika pesawat Theodor Heuss jenis Airbus A 340 bertolak dari Seoul sekitar pukul 15.00 waktu setempat pada Sabtu, 1 November 2014. Burung besi itu dijadwalkan akan mendarat di Jakarta tujuh jam kemudian.
Cuaca saat itu dilaporkan baik-baik saja, hingga pesawat memasuki wilayah Pulau Kalimantan. Pesawat sempat menerpa badai. Khawatir akan terjadi sesuatu, pilot pesawat itu akhirnya memutuskan untuk mengubah arah penerbangan.
Namun, perubahan arah penerbangan itu tidak disadari oleh petugas menara pengawas di Jakarta. Mereka malah menginformasikan kepada pejabat di Kedubes Jerman bahwa pesawat sudah kembali bertolak ke Berlin. Sementara itu, radar mereka tidak bisa melacak keberadaan pesawat.
Pejabat Kedubes Jerman kemudian mengontak kantor pemerintah di Berlin, namun tidak ada yang bisa menginformasikan di mana keberadaan pesawat Steinmeier. Mereka juga mencoba mengontak pesawat kenegaraan, namun tidak tersambung akibat badai.
Keberadaan pesawat mulai terlihat di radar 40 menit sebelum burung besi itu mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Petugas menara pengawas lalu menginformasikan hal itu kepada pejabat di Kedubes Jerman.
Hingga saat ini masih belum jelas mengapa petugas menara pengawas mengira pesawat Steinmeier justru bertolak kembali ke Berlin.
Ini bukan kali pertama, pesawat Steinmeier mengalami masalah. Pada Agustus lalu, dia terpaksa harus menggunakan pesawat milik Menlu Ceko, Lubomir Zaoralek, ketika berkunjung ke sana.
Pada Maret dan April, Steinmeier juga terpaksa harus mengubah jadwal kunjungannya lantaran terkendala masalah teknis di pesawat. (art/viva)

 1,174 total views

LEAVE A REPLY