Arogansi Petugas Keamanan Waskita, Kontraktor pembangunan Gedung Parkir Balaikota Depok

0
1815

DSC_1452depoktren.com-”Ini mobil siapa? Jangan parkir disini karena mobil proyek (mobil molen) mau masuk. Akan saya perintahkan Dinas Perhubungan (Dishub) agar mobil yang parkir menghalangi mobil proyek masuk untuk digembok,” kata seorang petugas keamanan dari PT Waskita Karya yang merupakan kontraktor pembangunan Gedung Parkir yang berada di lingkup Balaikota Depok.

Sejak adanya pembangunan Gedung Parkir yang berada menuju jalan keluar Balaikota Depok, para petugas keamanan proyek dari PT Waskita Karya kerap berulah arogan dalam mengatur lalulintas kendaraan dan mengatur kendaraan yang parkir, ”seakan lebih berkuasa” dari petugas Dishub maupun Satpol PP. ”Saya pernah diusir agar tidak parkir di jalur yang dilalui mobil-mobil proyek. Mereka melarangnya dengan kasar dan kata-kata yang tak sopan,” ujar Lubis, seorang warga yang sedang mengurus sesuatu di Balaikota Depok.

Nah, kali ini, petugas keamanan PT Waskita Karya yang kerap bertindak kasar itu kena batunya. Dengan garangnya seorang petugas keamanan menghardik seorang wartawan nasional yang juga Ketua Depok Media Center (DMC) Rusdy Nurdiansyah dengan kata-kata tak sopan seperti kata-kata, ”Bego Lo parkir mobil sembarangan”, “Gue sudah perintahkan Dishub agar mobil lo digembok, “mentang-mentang wartawan, kerjanya cuma buat onar dan minta duit aja”.

DSC_1458Mendengar perkataan yang kasar dan tak sopan tersebut tentu saja membuat Rusdy berang dan marah, terjadilah adu mulut dan nyaris terjadi baku hantam. ”Arogan banget tuh petugas keamanan, kayak dia yang punya kantor. Saya tidak terima dan akan saya somasi ke PT Waskita Karya dan ke instansi yang bertanggungjawab yakni Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim), dan Dishub, bahkan kalau perlu saya juga menempuh jalur hukum karena perbuatan tak menyenangkan dan penghinaan terhadap profesi wartawan,” tutur Rusdy.

Menurut wartawan senior harian Republika ini, kejadian bermula pada hari Selasa (11/11/2014), pukul 13.00 WIB. Seperti biasa, setiap hari Selasa di lingkungan Kantor Wali Kota Depok diberlakukan One day No Car (ODNC) atau sehari tanpa kendaraan. Peraturannya, semua kendaraan mobil tidak boleh masuk ke lingkungan kantor Wali Kota Depok, kecuali kendaraan ambulans dan kendaraan pemadam kebakaran. Bahkan mobil Wali Kota pun tak boleh masuk. Tapi tampaknya hal itu tak berlaku bagi kendaraan-kendaraan pribadi petugas proyek PT waskita dan kendaraan molen truk proyek yang dengan bebasnya lalulalang.

”Saya parkir bersama lima kendaraan lainnya di gerbang pintu keluar Balaikota yang dikunnci. Tidak ada rambu larangan untuk memarkirkan kendaraan mobil di situ, bahkan petugas Dishub pun tak melarangnya. Semua orang mematuhi ODNC, tapi malah dengan arogannya para pelaksana proyek PT Waskita Karya mengangkangi aturan ODNC,” pungkas Rusdy.

Banyak pekerja pembangunan proyek Gedung parkir yang melanggar Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3). Selain itu juga ternyata gedung parkir milik Pemkot Depok ini belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
Berdasarkan pemantaua depoktren.com, banyak pekerja pembangunan proyek yang melanggar Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3). Selain itu juga ternyata gedung parkir milik Pemkot Depok ini belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memang sedang membangun gedung parkir setinggi 8 lantai, untuk mengatasi perparkiran yang begitu padat di lingkungan Balaikota Depok. Gedung parkir yang oleh Distarkim mempercayakan perusahaan BUMN PT Waskita Karya sebagai kontraktornya diperkirakan rampung pada akhir tahun ini. Diperkirakan gedung parkir 8 lantai ini sedikitnya bisa menampung 700 kendaraan. ”Untuk sementara ini, atas peristiwa yang tak elok ini kami minta maaf,” kata Kepala Distarkim Pemkot Depok, Kania Purwanti melalui hubungan telepon. ”Kami akan segera menyelesaikan masalah ini dan segera menegur pelaksana proyek PT Waskita Karya,” tegas Kania yang sedang berada diluar kota. (ardian)

 3,378 total views

LEAVE A REPLY