Lembah Gurame akan Dijadikan Taman Layak Anak

0
2470

20141126_133649 (1)20141126_13352620141126_133612

Depoktren.com—Pernah berkunjung ke Taman Lembah Gurame di Depok ? Ternyata masih banyak yang belum tahu. ‘’Di mana itu,’’ kata Deden, warga Jalan Kartini, Pancoran Mas Kota Depok. Pertanyaan hampir senada juga disampaikan Guntur, warga Jalan Merdeka, Depok .

Taman Lembah Gurame terletak di Jalan Gurame, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok. Persisnya di belakang Perumnas Depok. Gerbang utama kawasan seluas 3,3 hektar itu persis di depan Sekolah Santa Theresia di Jalan Irian Jaya.

Tidak sulit mencari lokasinya. Hanya saja karena pembangunan kawasan wisata ini belum tuntas seratus persen, wajar kalau masih banyak orang Depok belum tahu. Pembangunan fisik kawasan ini sudah dimulai bertahap sejak tahun 2012 lalu dan diharapkan benar-benar tuntas pada tahun depan.

‘’Pada tahun 2014 ini kita tuntaskan pembangunan pagar,  membuat ruang kantor pengelola, renovasi  rumah budaya, mushalla dan pengerukan daerah resapan air,’’ kata Argha Darma Tubagus, Kepala Seksi Pemanfaatan Taman Bidang Pertamanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok.

Bila semua pembangunan infrastruktur itu tuntas, maka tahun depan program akan lebih fokus pada  pemeliharaan dan pembangunan fasilitas pelayanan, seperti membangun  arena permainan sehingga taman ini bisa menjadi taman yang layak anak, sesuai program Pemerintah Kota Depok.

Taman ini akan dikelola secara profesional oleh tim pengelola yang segera bertugas Desember mendatang. Sedikitnya, di kawasan itu akan ditempatkan 8 orang pengelola taman dan 6 orang tenaga keamanan.

Lampu-lampu akan dipasang sehingga kawasan itu menjadi terang benderang. Saat ini, kata Argha baru terpasang 6 lampu yang menggunakan cahaya matahari, kemudian ditambah 4 lampu sorot. ‘’Idealnya, di kawasan itu ada  20 titik lampu dan 6 lampu sorot sehingga kawasan itu menjadi terang,’’ kata Argha.

Saat ini sedang dibangun gedung kantor pengelola, yang sekaligus bisa menjadi ruang pertemuan kalau ada tamu-tamu dari luar kota.  Meskipun pembangunan taman itu belum tuntas, sudah banyak daerah lain yang melakukan studi banding taman ke Kota Depok, termasuk berkunjung ke Taman Lembah Gurame.

Pemanfaatan taman itu juga akan diatur, misalnya hanya dibuka sampai pukul 19.00 wib, kecuali kalau ada iven bisa sampai pukul 21.00 wib. Setelah itu pagar akan dikunci dan tidak boleh ada satupun pengunjung yang ada di dalam kawasan. ‘’Nanti ada 6 orang petugas keamanan yang menjaga,’’ kata dia.

Argha mengakui dalam perjalanan pembangunan Lembah Gurame banyak muncul suara-suara miring kalau kawasan itu sudah menjadi tempat maksiat. Menurut Argha pihaknya sudah melakukan investigasi yang mendalam terhadap kasus itu. ‘’Rupanya mereka masuk melalui gorong-gorong air, bukan dari pintu yang ada,’’ kata Argha.  Akhirnya gorong-gorong besar itu diberi kawat  berduri. Tapi tidak bertahan lama, kawat berduri itu digunting sehingga mereka leluasa kembali masuk ke kawasan itu. ‘’Makanya kita akan pasang besi permanen, supaya tidak bisa dilewati,’’ kata Argha.

Dia berharap, taman yang indah dengan berbagai fasilitas  itu tidak dinodai dengan perbuatan yang aneh-aneh. Selain banyak gazebo (tempat duduk-duduk santai), di dalam kawasan itu ada lapangan tenis,  lapangan futsal, plaza, rumah budaya sebagai tempat kumpul-kumpul budayawan, empang kolam ikan,dan  tempat jalan kaki yang dilengkapi batu-batu kecil untuk refleksi. Dana yang dihabiskan untuk pembangunan kawasan ini sudah hamper Rp 4 miliar.

Satu kelebihan Taman Lembah Gurame dibanding taman-taman kota lain yang indah, termasuk  Jakarta adalah di taman itu terdapat mata air yang jernih. Biasanya, air yang bersih mengalir di taman, hanya ada di daerah pegunungan.

Argha mengakui, karena pembangunan fisik kawasan itu belum tuntas seratus persen, maka masalah kebersihan, terutama di saluran air dan kolam ikan belum bisa tertangani dengan baik.  Di dalam kolam baru ada ikan seadanya.

Belum ada ikan gurame yang menjadi nama taman itu. Belum ada bunga-bunga yang berwarna-warni yang membuat kawasan itu menjadi lebih  indah. Belum ada arena bermain anak-anak semisal ayunan, taman pasir dan sebagainya.

Argha berharap ke depan, Taman Lembah Gurame ini benar-benar menjadi taman kota sekaligus menjadi alun-alun kota, tempat berkumpul dan beraktifitas anak-anak muda. Begitu juga bagi anak-anak, bisa menjadi tempat mereka bermain yang nyaman dan aman. ‘’Target kita Taman Lembah Gurame menjadi taman yang layak anak,’’ kata Argha.

Kemudian arena lapangan futsal dan tenis bisa dimanfaatkan secara maksimal, termasuk mengadakan turnamen dan pameran-pameran berbagai produk Kota Depok. Argha juga berharap dengan memperbaiki Rumah Budaya yang sepat ditinggal pergi oleh budayawan Depok, bisa dimanfaatkan kembali.

‘’Rumah Budaya sedang kita perbaiki sesuai harapan dan keinginan budayawan. Dengan demikian, kami berharap budayawan itu kembali ke Rumah Budaya yang memang menjadi rumah mereka,’’ kata Argha.

Argha mengaku tidak mengetahui kemana budayawan itu pergi setelah mereka merasa tidak nyaman dengan Rumah Budaya  di kawasan Taman Lembah Gurame itu. ‘’ Kami sudah diskusi dengan mereka. Kami sudah memahami kenapa mereka tidak nyaman dan pergi dari kawasan itu. Mudah-mudahan setelah perbaikan selesai, mereka akan kembali ke Rumah Budaya itu,’’ kata Argha. Di kawasan itu ada 2 rumah budaya yang masing-masing berukuran 5 x 4 meter.

Kalau Taman Lembah Gurame ini benar-benar bisa dikelola dengan baik, kemudian masyarakat Kota  Depok benar-benar merasa memiliki, maka taman ini akan bermanfaat sangat besar bagi Kota Depok.

Tinggal bagaimana membuat agenda sedemikian rupa supaya di taman itu selalu ada kegiatan positif  yang terkoordinir dengan baik. Kemudian tim pengelola dan aparat keamananya benar-benar melaksanakan tugasnya dengan baik dan disiplin. Kalau itu bisa dijaga, maka kekhawatiran masyarakat bahwa Taman Lembah Gurame ini akan menjadi tempat maksiat dengan sedirinya  tidak akan terjadi.

Tentu saja partisipasi dari masyarakat, termasuk bagaimana bisa ikut menjaga  dan merasa memiliki taman itu,  jelas sangat diharapkan. Tidak mungkin sepenuhnya diserahkan kepada aparat dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok. Masyarakat sekitar, termasuk aparat keamanan juga ikut membantu sehingga potensi kerawanan  tindak kejahatan bisa dicegah sedini mungkin. (Advertorial)

 

 5,688 total views

LEAVE A REPLY