Ibu Angkat Engeline Tersangka Pembunuhan Berencana

0
458
RIP Engeline. Foto: tubasmedia.com
RIP Engeline. Foto: tubasmedia.com
RIP Engeline. Foto: tubasmedia.com

depoktren.com – Setelah sekian lama ditunggu-tunggu masyarakat, akhirnya polisi menetapkan ibu angkat Engeline (8) yang meninggal dan ditemukan dikubur di belakang rumah, menjadi tersangka pembunuhan. Polda Bali menyatakan sudah menemukan tiga bukti kuat dalam menetapkan Margriet Megawe sebagai tersangka. Sebelumnya Margriet dinyatakan sebagai tersangka penelantaran anak.

Kapolda Bali Irjen Ronny F Sompie memaparkan, bukti pertama berdasarkan keterangan tersangka Agust Tay (Agus) sebagai saksi. Bukti kedua, keterangan Agus tersebut dikuatkan dengan kesesuaian dari hasil autopsi tim forensik RS Sanglah, Denpasar. “Sementara yang ketiga, bahwa keterangan tersangka AG selaku saksi juga dikuatkan dengan keterangan dari dokter ahli forensik, dan dikuatkan dengan BAP Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dibuat oleh ahli forensik dari Labfor cabang Denpasar, Bali, atas pemeriksaan TKP, yaitu kamar Nyonya MM dan kamar yang pernah dipakai oleh tersangka AG,” jelas Ronny, Minggu (28/6/2015), dikutip detikcom.

Margriet ditetapkan sebagai tersangka utama pembunuhan Engeline pada Minggu (28/6/2015). Dia sudah ditahan sejak (14/6/2015) lalu sejak ditetapkan sebagai tersangka kasus penelantaran anak.  Margriet dijerat dengan pasal 340 KUHP karena diduga telah melakukan pembunuhan secara berencana terhadap anak angkatnya, Engeline. Dia terancam hukuman mati. Motifnya belum diketahui.

Kabid Humas Polda Bali Komisaris Besar Hery Wiyanto saat memberikan keterangan resmi di Mapolda Bali, Minggu malam. Ia menjelaskan, penyidik telah mendapatkan bukti permulaan cukup untuk menetapkan Margriet sebagai tersangka baru kasus pembunuhan Angeline. “Untuk menetapkan tersangka M (Margriet) sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan. Alat buktinya antara lain, keterangan saksi dari Agus (Agustinus) Tae Andamai (25),” paparnya.

Bukti lain yang menguatkan untuk menetapkan Margriet sebagai tersangka, adalah hasil autopsi yang dilakukan kedokteran forensik RSUP Sanglah yang didukung hasil pemeriksaan hasil olah tempat kejadian perkara atau TKP. Dan, persesuaian keterangan saksi yang merupakan alat bukti petunjuk, yang bisa mengarah pada tersangka Nyonya M (Margriet).

Putri cantik Engeline yang dilaporkan hilang pada 16 Mei 2015, ditemukan tewas terbunuh. Jasadnya dikubur di halaman belakang rumah ibu angkatnya, Margriet, di Jalan Sedap Malam, Sanur, Bali pada 10 Juni 2015. Hasil autopsi jenazah bocah yang kini bernama asli Engeline itu, banyak ditemukan luka lebam di sekujur tubuhnya. Luka bekas sundutan rokok dan jeratan tali juga ditemukan di leher bocah mungil itu. Sebelumnya keluarga Margriet mengumumkan anak angkatnya tersebut hilang melalui Facebook dan jejaring sosial. Bahkan mereka menggunakan juga situs untuk pengumpulan donasi.

Kabid Humas Polda Bali Komisaris Besar Hery Wiyanto mengatakan, penetapan tersangka pembunuhan Engeline  ini dikenakan pasal pembunuhan berencana dan pembunuhan dengan sengaja. “Motif masih kita telusuri, mendalami dalam kasus ini. ‎Sedangkan Nyonya M (Margriet) dijerat Pasal 340 (pembunuhan berencana) dan Pasal 338 (pembunuhan dengan sengaja), serta penelantaran anak,” ujarnya.

Tersangka lain yang sudah ditetapkan sebelumnya adalah pekerja Margriet, Agustinus Tae atau Agus dijerat dengan Pasal 340 dan 338 juncto Pasal 55-56 KUHAP, yaitu membantu melakukan pembunuhan. Dugaan Agus membantu melakukan pembunuhan Engeline juga masih didalami penyidik.

(red/dtk)

 1,023 total views

LEAVE A REPLY