Sutiyoso Bakal Tambah 3.000 Intel

0
916
Sutiyoso. Foto:pribuminews
Sutiyoso. Foto:pribuminews
Sutiyoso. Foto:pribuminews

depoktren.com – Letnan Jenderal TNI Pur Sutiyoso boleh dibilang lolos dalam uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper tes) Komisi I DPR RI, setelah sebelumnya diusulkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

Ketua Umum Partai Kesatuan dan Persatuan indonesia (PKPI) yang merupakan salah satu pendukung dan tim sukses Jokowi – JK dalam kampanye Pilpres 2014 lalu, mendapat persetujuan Komisi I DPR Selasa, 30/6/2015. Selanjutnya Komisi I akan membawa dalam Sidang Paripurna DPR untuk pengesahannya.

Sutiyoso akan menggantikan Marchiano Norman, kepala BIN saat ini. Munculnya nama Sutiyoso sebagai calon tunggal kepala BIN sempat memunculkan komentar sejumlah kalangan karena yang bersangkutan masih memimpin partai politik dan pendukung Jokowi – JK, yang dikhawatirkan tidak independen dalam melaksanakan tugasnya dalam intelijen.

Setelah memperoleh persetujuan Komisi I, mantan Gubernur DKI Jakarta ini dipanggil Presiden Jokowi ke Istana Negara, Kamis (2/7/2015). Sutiyoso mengaku mendapat bekal dari Presiden Jokowi terkait jabatan baru yang akan diembannya sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

Menurut Sutiyoso, Presiden memberinya beberapa tugas untuk membenahi BIN, baik menyangkut struktur organisasi, kualitas personel, maupun kelengkapan sarana dan prasarana. “Presiden meminta saya untuk mencari tahu apakah struktur organisasi BIN telah cukup berfungsi dan sesuai dalam menjawab tantangan jaman mengingat tanggung jawab lembaga tersebut sangat luas,” kata Bang Yos, panggilan akrab Sutiyoso kepada wartawan, seperti dilansir setkab.go.id.

Permasalahan utama BIN sekarang, katanya,  adalah personel. Ia menilai jumlah personel BIN saat ini masih jauh dari ideal. “Dibutuhkan sedikitnya 5.000 personel. Tapi yang ada sekarang cuma 1.975 personel atau masih kurang 3.000 orang,” ujarnya.

Menurut Sutiyoso, ia berencana memenuhi kebutuhan ideal itu secara bertahap. Tahap pertama adalah merekrut 1.000 personel dengan kualifikasi dari berbagai disiplin ilmu, yang terutama disiapkan untuk menghadapi Pilkada serentak pada 9 Desember 2015 mendatang.

“Kondisi itu harus bisa kita pantau sedini mungkin. Sekarang satu anggota BIN meng-counter (mencakup wilayah kerja) tiga kabupaten. Inilah yang untuk menutupi ini,” terang Bang Yos.

Mengenai masalah kualitas personel yang juga dimintakan Presiden Jokowi untuk dicek masing-masing, Sutiyoso berencana akan menyekolahkan mereka lagi. Bahkan ia menargetkan semua personel BIN sudah menempuh pendidikan pascasarjana atau strata 2 dan strata 3.

Sutiyoso juga mengakui BIN perlu memiliki alat-alat informasi teknologi (IT) dan teknologi komunikasi yang sangat canggih. Ia menyebutkan, kalau tidak punya alat yang super canggih, kita akan jebol terus, disadap, termasuk pengalaman beberapa waktu lalu lalu, saat komunikasi presiden dan pejabat tinggi negara disadap.

Menurut Sutiyoso, Presiden Jokowi juga menyinggung masalah teroris.  ”Baru-baru ini kan ada di Paris, Kenya, Turki. Itu kita harus waspada agar hal ini tidak terjadi di tempat kita,” katanya menirukan pesan Jokowi.

Untuk membenahi BIN memang tidak mudah. Selain keterbatasan personel, anggaran BIN juga tampaknya perlu disesuaikan untuk mencapai target tersebut. Namun, Bang Yos, panggilan Sutiyoso, akan melaksanakan programnya secara realistis.

(red)

 1,645 total views

LEAVE A REPLY