Ini Nomor Hotline Bagi Warga yang Ingin Kuras Septic Tank

0
494

depoktren.com-Tempat pembuangan tinja atau dikenal dengan septic tank disarankan untuk dikuras minimal 5 tahun sekali. Untuk itu, UPT Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT), Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan memfasilitasi warga yang ingin menguras septic tank-nya.

Kepala UPT IPLT Kota Depok, E. A. Wa’ang menginformasikan, bagi warga Depok yang ingin memakai jasa IPLT dalam menguras septic tank-nya bisa menghubungi nomor hotline di (021) 7750551 atau bisa juga di nomor telepon 08 111 043 175. “Untuk tahun ini kami akan sosialisasi masif dengan penyebaran leaflet yang tercantum nomor hotline yang bisa dihubungi oleh warga Depok yang membutuhkan,” ujar Wa’ang, sapaan akrabnya.

Wa’ang menyebutkan, untuk pengangkutan tinja rumah tangga melalui UPT IPLT dikenai biaya retribusi sebesar Rp 210.000, sedangkan untuk Panti Sosial, Sekolah, Masjid, Gereja, atau pun Sarana Sosial lainnya harganya lebih murah yakni hanya Rp 90.000. Berbeda lagi apabila untuk tempat komersil semisal hotel, rumah makan atau restoran maka akan dikenai retribusi Rp 400.000. Sementara untuk jasa kuras septic tank swasta yang membuang tinjanya ke IPLT Kota Depok biaya retribusinya sebesar Rp 50.000 per 1 kubik.

“Apabila dalam satu rumah tangga terdapat lebih dari 1 kloset maka biaya retribusinya tetap hitungan untuk 1 rumah tangga yakni Rp 210.000,” jelas Wa’ang.

Dengan 11 armada yang dimiliki, Wa’ang menyebutkan, setiap harinya melayani hingga 12 kali pengangkutan tinja. Biasanya, 1 armada berangkat pada pagi hari dan balik jam 12 siang. Armada yang ada dalam sehari bisa mengangkut hingga 2 kali.

“Apabila warga Depok yang menelepon hotline kami siang atau sore hari, kemungkinan akan dilayani esok harinya karena armada kami sudah berangkat. Namun, kalau telepon pagi, bisa saja dikerjakan hari itu juga,” tandasnya.

Ia pun mengungkapkan, kedepannya sosialisasi masif yang melibatkan 11 kecamatan dengan mengudang para camat, lurah, dan stakeholder lainnya akan menjadi objek sosialisasi pengolahan limbah. (advetorial/dedi)

 722 total views

LEAVE A REPLY