Ini Dia Sosok Dessy, PL Karaoke Venus Yang Tewas Kasus Jazz Maut

0
7811

depoktren.com–Dessy Khanti Hastuti (22) merupakan pemandu lagu (PL) di Karaoke Venus. Wanita cantik yang sekujur tubuhnya penuh tatto ini salah satu primadona pemandu lagu (PL) yang ditawarkan ke pengunjung karaoke yang berada di dalam mal di Jalan Margonda Raya Depok.

Dessy menemani Muhammad Ubaidilah (27) bernyanyi sambil minum-minuman keras (miras) di ruangan Nomor 38 Karaoke Venus. Saat itu, Rabu (2/3), waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 WIB. Dessy yang menemani Ubaidilah berserta dua temannya yakni Hari Suci Ramdhani (26) yang merupakan pemilik mobil Honda Jazz dan Asep Nur Hidayat (28) akhirnya memutuskan pulang karena sudah saatnya Karaoke Venus tutup pada pukul 02.00 WIB.

Mereka langsung menuju area parkir P6 di lantai 2 Mal Detos. Mereka menggunakan dua mobil, pemilik mobil Honda Jazz merah bernomor polisi B 1485 EMH justru dikemudikan Ubaidilah bersama Dessy. Sedangkan Hari bersama Asep naik kendaraan milik Asep.

Menurut Kapolsek Beji, Kompol Ni Gusti Ayu Supriati, berdasarkan keterangan saksi-saksi yang diperoleh, kedua korban dalam keadaan mabuk. Mobil pun dipacu Ubaidilah dengan kecepatan tinggi akibatnya justru menabrak tembok pembatas parkir hingga terjun bebas ke halaman belakang Detos. Lebih kurang ketinggian jatuhnya mobil itu mencapai 9,8 meter.

Keduanya langsung tewas seketika, Ubaidilah merupakan karyawan swasta berdasarkan KTP beralamat di Pandeglang, Banten. Sedangkan Dessy merupakan warga Cipayung, Depok yang sudah tiga bulan berkeja sebagai PL. “Dugaan sementara mobil dikemudikan dengan kencang,” kata Kapolres Kota Depok, Kombes Pol Dwiyono di Depok, di Mapolres Depok, Kamis (3/3).

Menurut informasi yang diperoleh, Dessy hampir setiap malam mangkal di Karaoke Venus yang difasilitasi pihak pengelola di satu ruangan dekat dengan kantor pengelola karaoke. Dessy bersama puluhan PL yang ada oleh pengelola Karaoke Venus ditawari ke pengunjung untuk menemani siapa pun pria hidung belang yang ingin berkaraoke dengan tarif Rp 100 ribu per jam.

Bukan rahasia umun lagi kalau para PL disana juga dapat berkencan atau berbuat mesum di ruangan karaoke sambil pesta miras dan narkoba dan juga dapat dibooking keluar Karaoke Venus dengan tarif Rp 500 ribu. “Hanya kedok saja sebagai karaoke keluarga, prakteknya itu karaoke mesum, padahal banyak keluarga bersama anak-anaknya yang berkaraoke disana. Saya kapok kesana karena ngga baik dilihat anak-anak,” tutur seorang pengunjung yang tak bersedia disebutkan namanya itu. ”Saya kecewa dengan manajemen Venus berkedok karaoke keluarga tersebut,” terangnya.

Orang tua Dessy, Sendi (58) mengakui kalau anaknya itu bekerja sebagai PL di Karaoke Venus. “Saya sedih karena meninggalnya tragis dan tudingan miring sebagai PL, padahal dia benar-benar cari nafkah dan banyak membantu ekonomi keluarga. Dessy oleh pihak keluarga sudah dimakamkan di TPU Ratu Jaya, Gang Masjid, Cipayung, Depok pada Rabu (2/3) sore,” ungkap Dedi.

Polisi saat olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan satu alat kontrasepsi atau kondom bekas pakai dan satu yang belum terpakai serta ditemukan empat butir obat penenang yang masuk katagori narkoba di dalam bra Dessy. “Barang bukti dan mobil yang hancur sudah kita amankan. Kami akan mengembangkan kasus ini, masih dalam penyelidikan,” jelas Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Teguh Nugroho. (zal)

10,135 total views, 3 views today

LEAVE A REPLY